Cara Petani Perempuan di Pegunungan Hadapi Perubahan Iklim
Cara ini digunakan sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan keragaman tanaman lokal serta meningkatkan ketahanan pangan mereka.
Meskipun daerah ini bukanlah penghasil makanan utama, sistem pertanian mereka menanamkan berbagai jenis tanaman, dan terkadang bahkan ternak, ke dalam lanskap yang dipenuhi oleh pohon-pohon dan semak-semak.
Hal ini memberikan kontribusi penting terhadap keamanan pangan dan mata pencaharian lokal.
Oleh karena itu, sistem pertanian berkelanjutan di pegunungan ini menjadi kunci penting dalam menjaga keragaman tanaman dan keamanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.
Pertanian yang Tangguh Terhadap Perubahan Iklim di Pegunungan
Rumah-rumah di pegunungan yang ditinggali oleh Liu Yurong dan Wang Guifen sangat berbeda dengan ladang dataran tinggi di timur laut China, yang berfungsi sebagai lumbung padi negara.
Lahan pertanian yang tersebar dan lingkungan ekologis yang rumit di wilayah pegunungan ini sering kali tidak mendapatkan perhatian yang sebanding dalam kebijakan pemerintah.
Pada pertemuan FAO tahun 2018 mengenai pertanian di pegunungan, para ahli menggarisbawahi bahwa sepertiga dari populasi dunia yang tinggal di pegunungan masih mengalami ketidakamanan pangan.
Wilayah-wilayah ini juga dianggap sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Karena itu, ada panggilan yang lebih besar untuk meningkatkan nutrisi dan ketahanan pangan di sana serta untuk mendorong pertanian yang berkelanjutan.
Keterbatasan geografis telah membuat komunitas pegunungan ini berada di pinggiran dalam hal mendapatkan subsidi pertanian atau bantuan perluasan.
Namun, kondisi ini telah memaksa mereka untuk mengembangkan sistem pertanian mereka sendiri berdasarkan pengetahuan mendalam mereka tentang iklim dan sumber daya alam setempat.
Selama berabad-abad, penduduk pegunungan di Shitoucheng dan Wangjinzhuang telah memilih biji terbaik dari panen tahunan untuk digunakan dalam perkawinan tanaman guna menghasilkan varietas lokal yang adaptif terhadap iklim dan tanah setempat.
Untuk menjaga mata pencaharian mereka, petani lokal juga menerapkan praktik seperti interkultivasi dan menanam campuran tanaman makanan dan tanaman komersial.
Dalam sistem pertanian yang beragam seperti ini, jika satu tanaman mengalami kegagalan atau hasilnya menurun, petani masih memiliki sumber daya lain untuk mengandalkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim telah mengubah cuaca ekstrem menjadi hal yang umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/25820223_Seorang-penduduk-desa-di-Shitoucheng.jpg)