Pemkot Gorontalo
Soal 'Lapak Bodong' di Pasar Sentral Gorontalo, Pemkot Sebut Sudah Berizin
Kepala Bidang Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Faniear Doda, bahwa lapak yang disebut bodong oleh pedagang itu sebetulnya berizin.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUBGORONTALO.COM, Gorontalo -- Hadirnya sejumlah 'lapak bodong' di tengah Pasar Sentral Gorontalo ditangapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.
Kepala Bidang Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Faniear Doda, bahwa lapak yang disebut bodong oleh pedagang itu sebetulnya berizin.
Pihanya sudah mengizinkan lapak itu. Tetapi bukan sepihak, melainkan kehadiran lapak-lapak tersebut sudah dibicarakan dengan pedagang yang lain.
Karena itu, pedagang yang merasa keberatan diminta untuk memahami aturan-aturan yang telah disepakati bersama Pemkot Gorontalo.
Lapak - lapak yang menjadi permasalahan itu telah disetujui dan ditinjau oleh otoritas resmi, dalam hal ini Disperdagin. Pemilik lapak juga sudah ikut meninjau.
Lagian kata dia, tak ada yang salah dari penambahan lapak tersebut. Baik dari sisi desain maupun regulasi. Sebab, sudah sesuai kesepakatan, serta tak terlalu mengganggu.
"Kami rasa itu (lapak) tidak terlalu mengganggu aktivitas pedagang yang di pasar," imbuhnya.
Secara teknis ia menjelaskan, bahwa pedagang bisa saja menambah lapak, selama itu dibicarakan terlebih dahulu dengan pihaknya.
Nantinya, akan ada tim yang turun ke lokasi melihat kesesuaian lapak dengan denah dan lokasi pasar. Jika dianggap tidak terlalu mengganggu, makan akan diizinkan.
Terkait masalah lapak yang terlalu besar ukurannya, lagi-lagi disebutkan bahwa hal itu sudah melalui tahap verifikasi spot.
"Tempat itu kita ukur," tegas dia.
Diketahui sebelumnya, Dolly Tuliabu (53) pedagang kelapa parut dan rempah-rempah mengamuk di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Kamis pagi (25/8/2023).
Hal yang membuatnya marah-marah dengan suara lantang adalah hadirnya sebuah bufet berukuran nyaris 3 meter persegi di tengah pasar tersebut.
Ia menduga, ada oknum yang sengaja membawa masuk bufet tersebut sebagai tempat jualannya.
Kendati begitu, Faniear mengatakan, bahwa pedagang yang mengamuk itu sudah dibagikan juga lapaknya.
"Yang bersangkutan juga kita sudah sediakan tempat yang seharusnya," ungkap Faniear saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com di gedung baru Pasar Sentral Gorontalo.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2482023_Lapak-Bodong_Pasar-Sentral.jpg)