Pedagang Pasar Mengamuk
Ada 'Lapak Bodong' di Pasar Sentral Gorontalo, Pedagang Meradang
Didatangi TribunGorontalo.com, lapak yang diprotes oleh Dolly berupa bufet berukuran nyaris 3 meter persegi.
Penulis: Matheus Elmerio | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pedagang meradang dengan kehadiran 'lapak bodong' di tengah lapak-lapak resmi yang disediakan pemerintah, Kamis (24/8/2023).
Disebut lapak bodong lantaran dibawa masuk oleh oknum yang tak diketahui. Padahal, sudah ada larangan menambah dan memodifikasi lapak hingga memakan ruang gerak pembeli.
Karena itu, pedagang itu bernama Dolly Tuliabu (53) marah-marah dengan mengungkap ketidakpuasan atas pemerintah.
Dolly yang marah-marah menjadi perhatian para pedagang lainnya. Wanita paruh baya berjilbab panjang itu bahkan beberapa kali menguatkan argumennya.
Dolly mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat ketambahan empat lapak di bagian ruang dagang tersebut.
"Siapa yang melanggar ini kami rakyat biasa atau pemerintah?" tanya Dolly.
Pemerintah setempat sementara dihubungi TribunGorontalo.com untuk memberikan tanggapan terkait keluhan pedagang tersebut.
Didatangi TribunGorontalo.com, lapak yang diprotes oleh Dolly berupa bufet berukuran nyaris 3 meter persegi.
Buffer tersebut dibuat setinggi dada yang disiapkan untuk menaruh dagangan. Belum jelas bufet itu milik siapa.
Hanya saja, kehadiran bufet itu tampak mencolok karena berbeda dengan desain lapak yang lain. Meski, oleh pemiliknya dibuat dengan cat dan bahan kayu yang sama.
Bufet nyaris memakan ruang gerak pedagang dan pembeli. Dolly hanya khawatir, jika pemerintah mengizinkan penambahan bufet, akan ada pedagang lain yang ikut menambahkan.
Risikonya akan banyak lapak-lapak baru yang hadir, sehingga kesesakan akan terjadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2482023_lapak-pasar-sentral_diprotes.jpg)