Human Interest Story
Sepenggal Cerita Kedekatan Nani Wartabone dengan Cucunya
Kepada TribunGorontalo.com, Rendy mengaku tahu persis bagaimana Nani Wartabone. Sebab, ia tinggal bersama kakeknya tersebut.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1982023_Rendy-Hulukati_Nani-Wartabone.jpg)
"Tapi dia tidak doyan dengan gorengan atau makanan yang digoreng, dia lebih suka jika dibakar," tandasnya.
Nani Wartabone diketahui memiliki 9 orang anak yaitu Sarinah Wartabone, Hanum Wartabone, Aroman Wartabone, Rasunah Wartabone, Fauzy Wartabone, Nony Wartabone, Dolly Wartabone, Yos Wartabone, dan Djalaludin Wartabone.
Profil Nani Wartabone
Nani Wartabone (30 April 1907 – 3 Januari 1986) adalah seorang putra asli Gorontalo yang mencurahkan hidupnya sebagai seorang petani dan menjadi tokoh revolusioner dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sulawesi.
Wartabone juga merupakan sahabat seperjuangan Soekarno dalam membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.
Wartabone dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942, yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Proklamasi Gorontalo.
Peristiwa ini terjadi tiga tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Berdasarkan dedikasinya yang luar biasa dan kontribusinya yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Gorontalo, Wartabone dihormati dengan gelar Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarno Putri, Nomor 085/TK/Tahun 2003 tanggal 6 November 2003.
Selain itu, Nani Wartabone juga diberi gelar adat Pulanga oleh Persekutuan Lima Kerajaan di Gorontalo, yaitu gelar "Ta Lo Duluwa Lo Lipu," yang bermakna "Sang Pembela Negeri." (*)