Berita Internasional
Sosok Fernando Villavicencio, Calon Presiden Ditembak Mati Saat Kampanye, Pemilihan Tinggal Sepekan
Fernando Villavicencio merupakan anggota serikat buruh dan jurnalis yang mencalonkan diri sebagai presiden Ekuador dalam Pilpres 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Fernando-Villavicencio-hhhh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Calon presiden (capres) Ekuador, Fernando Villavicencio ditembak mati saat berkampanye di Ibu Kota Ekuador, Quito, Rabu (9/8/2023).
Padahal pemilihan presiden akan digelar pada 20 Agustus nanti.
Seorang pelaku ditembak mati, dan enam pelaku lainnya sudah ditangkap Andres M, Jose N, Eddy G, Camilo R, Jules C, dan Jhon Rodriguez.
Keenam tersangka yang saat ini ditahan dilaporkan memiliki hubungan dengan kejahatan terorganisir, yang dalangnya masih belum diketahui.
Selama penggerebekan, sebuah senapan laras panjang (rifle), senapan mesin ringan, empat pistol, tiga granat, empat kotak amunisi, dua sepeda motor dan kendaraan yang dilaporkan dicuri ditemukan, menurut Serrano.
Presiden Guillermo Lasso telah meminta tim FBI untuk membantu penyelidikan terkait pembunuhan Villavicencio. Delegasi FBI diharapkan segera tiba di Quito, tempat kejadian, menurut kantor Presiden Lasso.
Menanggapi insiden pembunuhan itu, angkatan bersenjata telah dikerahkan di seluruh pelosok negeri. Mereka akan terus berjaga sampai pemilu selesai. Presiden Lasso mengatakan pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 20 Agustus tidak akan ditunda.
Sebelum kematiannya, Villavicencio sudah menerima ancaman dari geng Los Choneros bulan lalu. Geng Los Choneros dan Los Lobos mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, menurut mantan manajer kampanye Villavicenio.
Kedua geng tersebut dikenal sebagai rival dan kerap melakukan berbagai kerusuhan di penjara negara. Fernando Villavicencio menekankan kampenyenya pada hubungan antara geng dan pejabat pemerintah.
Mantan jurnalis antikorupsi ini ditembak pada Rabu (9/8/2023), saat meninggalkan sekolah setelah memberikan pidato kepada para pendukung muda. Usianya 59 tahun dan merupakan salah satu dari sembilan kandidat yang mencalonkan diri.
Sepuluh orang di lokasi tertembak, termasuk seorang terduga pelaku dan dua petugas polisi, menurut kementerian dalam negeri. Serangan ini menandai pembunuhan pertama calon presiden dalam sejarah Ekuador.
Sebelumnya, wali kota Manta tewas bulan lalu di jalan dalam pembunuhan yang menurut para pejabat terkait dengan kejahatan terorganisir, kata para pejabat. Presiden Lasso mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja."
Sosok Fernando Villavicencio
Fernando Alcibiades Villavicencio Valencia, lahir pada 11 Oktober 1963 adalah seorang politisi terkenal di Ekuador.
Fernando Villavicencio merupakan anggota serikat buruh dan jurnalis yang mencalonkan diri sebagai presiden Ekuador dalam Pilpres 2023. Dia menjabat sebagai anggota Majelis Nasional dari 2021 hingga pembubaran badan legislatif pada 17 Mei 2023.
Dikutip dari DW, Villavicencio sebelumnya adalah seorang jurnalis yang pernah melaporkan dugaan kerugian kontrak minyak senilai jutaan dolar. Kemudian ia terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Ekuador pada 2017 dan tetap di parlemen hingga Mei 2023.
Villavicencio adalah salah satu dari delapan kandidat dalam pemilihan mendatang dan didukung oleh Gerakan Membangun Ekuador.
Dia adalah salah satu politisi paling kritis terhadap korupsi, terutama selama pemerintahan mantan Presiden Rafael Correa dari 2007 hingga 2017.
Selain terkait korupsi, Villavicencio merupakan salah satu orang yang keras terhadap geng narkoba di Ekuador. Bahkan, ia pernah menerima ancaman pembunuhan oleh bos geng narkoba, salah satunya dari afiliasi Kartel Sinaloa Meksiko.
Villavicencio sempat mengatakan bahwa kampanyenya untuk memberantas narkoba di Ekuador merupakan ancaman bagi kelompok-kelompok tersebut.
Sumber : tribunnews.com