Sabtu, 7 Maret 2026

Kasus Bunuh Diri

Masyarakat Gorontalo Diminta Setop Unggah Kasus Bunuh Diri, Psikolog: Efek Dominonya Ngeri

Anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Gorontalo, Ariyanto Senewe meminta masyarakat Gorontalo setop mengunggah foto dan video

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Masyarakat Gorontalo Diminta Setop Unggah Kasus Bunuh Diri, Psikolog: Efek Dominonya Ngeri
Freepik
Masyarakat Gorontalo perlu memahami bahwa menunggah foto dan video bunuh diri bisa berdampak besar meningkatnya kasus tersebut. 

Pada kesempatan lain, Psikolog Gorontalo Siti Rojiah mengatakan, penyebaran video dan foto ke media sosial kasus bunuh diri (tanpa difilter) bisa memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Apalagi, gambar itu dilihat seseorang yang kebetulan mengalami masalah kesehatan mental. Sehingga, muncul pemikiran bunuh diri jadi solusi menyelesaikan masalah.

Selain itu, dampak negatif lainnya, adanya komentar dari masyarakat yang dapat mendorong seseorang memiliki keinginan kuat untuk bunuh diri.

Efek lainnya, yaitu munculnya pemikiran bahwa dirinya bisa mendapatkan perhatian dari keluarga atau orang lain.

"Pemikiran seperti itu bisa muncul dari melihat tanggapan di media sosial, sehingga yang sebelumnya hanya ingin diperhatikan, malah justru memunculkan keinginan untuk bunuh diri," jelas Rojiah.

Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meminta masyarakat agar tidak menyepelekan kasus bunuh diri, apalagi sampai membuat lelucon di atasnya.

Masyarakat perlu mengetahui tindakan pencegahan bagi seseorang yang ingin bunuh diri. Misalnya, mendengarkan cerita dari seseorang yang terindikasi berencana bunuh diri.

Juga lebih memerhatikan perubahan sikap anggota keluarga atau mengenali tanda-tanda dari orang yang ingin bunuh diri, serta mencari bantuan profesional.

"Perlu diketahui, kasus bunuh diri di Gorontalo ini bukan lagi masalah perorangan atau psikolog saja. Namun, sudah menjadi masalah kita bersama yang jadinya kita harus kompak dalam mencegah perilaku bunuh diri ini," tutupnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved