Minggu, 15 Maret 2026

Sosok Tokoh

Sosok Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi Jadi Tersangka Suap, Harta Kekayaan Rp 10,9 Miliar

Sosok Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Sosok Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi Jadi Tersangka Suap, Harta Kekayaan Rp 10,9 Miliar
TRIBUNNEWS
Sosok Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi Jadi Tersangka Suap 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sosok Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/7/2023), Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) RI diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Basarnas RI tahun anggaran 2021-2023.

Selain Henri, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya terkait dugaan suap proyek pengadaan barang atau jasa di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas. 

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 orang di Jakarta dan Bekasi pada Selasa (25/7/2023).

Setelah dilakukan penyidikan, KPK menetapkan lima orang tersangka. Salah satunya adalah Henri yang merupakan perwira tinggi bintang tiga TNI Angkatan Udara itu.

Adapun penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK melakukan pemeriksaan dan gelar perkara bersama Pusat Polisi Militer (POM) TNI.

"KPK kemudian menemukan kecukupan alat bukti mengenai adanya dugaan perbuatan pidana lain dan ditindaklanjuti ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka," kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2023).

Selain Henri, KPK juga menetapkan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letnan Kolonel (Adm) Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka.

KPK juga menetapkan tiga orang dari pihak swasta atau sipil sebagai tersangka. Mereka adalah MG Komisaris Utama PT MGCS; MR Direktur Utama PT IGK; dan RA Direktur Utama PT KAU.

Dikutip dari Kompas.id, dalam kurun waktu 2021-2023, Henri bersama dan melalui Koordinator Administrasi Kepala Basarnas Letnan Kolonel Afri Budi Cahyanto diduga menerima sekitar Rp 88,3 miliar dari berbagai vendor proyek.

Keempat tersangka lain dalam kasus tersebut di antaranya: 

  1. Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas RI Letkol Adm Afri Budi Cahyanto, 
  2. Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati Mulsunadi Gunawan,
  3. Direktur Utama PT Intertekno Grafika Sejati Marilya,
  4. Direktur Utama PT Kindah Abadi Utama, Roni Aidil.

Berikut sosok dan kekayaan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Profil Henri Alfiandi

Henri Alfiandi lahir di Magetan, Jawa Timur pada 24 Juli 1965. Ia lulus dari SD Angkasa Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan pada 1979. Kemudian, ia melanjutkan studi ke SMPN 1 Maospati, Magetan hingga 1982.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/7/2023), Henri kemudian pindah ke Madiun untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Madiun hingga 1985. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta dan lulus pada 1988.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved