BEM UNG

3 Alasan Hendrawan Datukramat Pecat Asnianti Awila sebagai Wapres BEM

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Hendrawan Datukramat, menjelaskan alasan pemecatan Wakil Presiden

|
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Hendrawan Datukramat bersama sejumlah anggota BEM melapor ke Polda Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Hendrawan Datukramat, menjelaskan alasan pemecatan Wakil Presiden (Wapres) pada Kamis (20/7/2023).

Hendrawan mengatakan, pemecatan tersebut adalah bentuk menyelamatkan organisasi BEM dari penyelewengan tugas.

"Surat pemecatan ini saya berikan sebagai bentuk torang dalam melindungi ini marwah organisasi ini," jelasnya.

Ia mengaku tidak mentolerir penyalahgunaan kewenangan dari pengurus BEM, termasuk pemalsuan tanda tangan.

"Saya sendiri sebagai pimpinan dan sebagai pribadi Hendrawan Datukramat merasa dirugikan dan keberatan dengan pemalsuan tanda tangan saya pribadi di situ," ungkapnya.

Selain itu, ada pemalsuan cap BEM UNG. Karena menurutnya siapapun panitia wajib mengonfirmasi ke presiden BEM terlebih dahulu.

"Notabenenya memang cuma satu dalam satu organisasi," lanjutnya.

Baca juga: Asniati Awila Tanggapi Dugaan Pemalsuan Cap yang Berujung Dipecat sebagai Wapres BEM UNG Gorontalo

Cap asli dari BEM UNG tintanya berwarna merah, sedangkan cap yang dipalsukan tersebut berwarna biru.

"Apa dasar dia membuat cap sendiri?" tanya Hendra.

Hendra pun membantah saat disebut dirinya tidak mengangkat telpon dan tidak membalas chat.

"Yang tadi dia sampaikan bahwa sebelumnya saya sudah bangun komunikasi, koordinasi dan sebagainya tapi tidak ada itu. Tidak ada upaya yang mereka sampaikan. Bahkan, sebelum dan sesudah dorang dari polda," jelasnya.

Menurut Hendrawan, ini sudah ketiga kalinya sang wapres BEM tersebut memalsukan tanda tangan dan cap BEM.

Ia bahkan tidak dikabari mengenai proposal permintaan dana itu.

"Saya tidak mengetahui awalnya ini proposal. Saya hanya liat di story WhatsApp wapres sama dua orang lainnya di Polda Gorontalo," jelasnya.

Kata Hendrawan, ia sempat menanyakan proposal itu kepada bersangkutan. Namun, wapres-nya itu beralasan bahwa proposal milik organisasi luar kampus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved