Asniati Awila Tanggapi Dugaan Pemalsuan Cap yang Berujung Dipecat sebagai Wapres BEM UNG Gorontalo
Eks Wakil Presiden (Wapres) BEM, Asnianti Awila akhirnya buka suara soal pemecatan terhadapnya beberapa waktu lalu.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Eks Wakil Presiden (Wapres) BEM, Asnianti Awila akhirnya buka suara soal pemecatan terhadapnya beberapa waktu lalu.
Asnianti dipecat oleh Presiden BEM UNG 2023, Hendrawan Datukramat.
Dalam surat pemecatan tertulis beberapa pelanggaran Asniati, termasuk pemalsuan cap untuk proposal permintaan dana.
Namun, Asnianti berkilah bahwa ia juga memiliki cap sendiri.
"Cap itu dipegang oleh presiden BEM sama saya kak, Wakil Presiden," ujarnya kepada TribunGorontalo.com melalui panggilan telepon, Kamis (20/7/2023).
Kata Asnianti, kedua cap tersebut digunakan apabila presiden BEM tidak bisa ditemui.
Akan tetapi, Asnianti mengakui bahwa dia menandatangani proposal tersebut.
Hal tersebut dilakukannya karena saat itu Presiden BEM tidak bisa dihubungi disaat yang mendesak.
"Saya yang so tanda tangan itu kak karena ada telpon-telpon presbem tapi ditolak terus, ada coba chat tapi tidak dibalas," jelasnya.
Asniati tidak menyangka masalah itu ditindaki serius oleh presiden BEM. Mahasiswi Fakultas Mipa ini pun dipecat.
"Ini saya pikir cuma masalah miskomunikasi saja. Padahal, saya sudah minta maaf, tapi besoknya saya langsung dikirim surat pemecatan tersebut," jelas Asniati.
Ia mengatakan pemecatan itu diputuskan secara sepihak.
"Tanpa diskusi langsung di eksekusi," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asnianti-Awila.jpg)