Jumat, 13 Maret 2026

Marten Taha

Wawancara Eksklusif Wali Kota Gorontalo Marten Taha Part 1 : Apeksi hingga Perjalanan Karier Politik

Wawancara Tribun Podcast ini dipandu oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA).

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Wawancara Eksklusif Wali Kota Gorontalo Marten Taha Part 1 : Apeksi hingga Perjalanan Karier Politik
SCREENSHOT YOUTUBE TRIBUNGORONTALO
Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita mewawancarai Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa (11/7/23). 

MT : Saya kira di mana saja kita berkarya, di mana saja bekerja khan untuk kepentingan rakyat, untuk masyarakat kemaslahatan masyarakat. Tugas daripada eksekutif maupun tugas daripada legislatif itu sama-sama kita mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang makin lebih baik, makin lebih sejahtera, makin lebih maju daerahnya dan makin lebih berkualitas, terutama SDM. Jadi tentunya kepuasan batin apa yang bisa diperoleh, apabila apa yang kita kerjakan, apa yang kita perjuangkan itu bisa diterima dan memberi arti yang luas kepada rakyat, memberi sesuatu yang baik kepada rakyat.

Artinya ada sesuatu misalnya, kita bekerja katakanlah, saya sebagai walikota sekarang dipercayakan untuk mengelola suatu daerah. Bagaimana kalau misalnya tantangannya, bagaimana mengurangi angka kemiskinan, bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, bagaimana mengurangi angka pengangguran, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.

Kalau itu tercipta, terlaksana, tercapai maka tentunya kita akan merasa senang, rakyat senang, kita juga senang karena kita bekerja untuk rakyat bukan hanya kepentingan kita.

Saya terus terang jadi pejabat baik di eksekutif maupun legislatif itu, ya alhamdulillah hidup saya memang, saya wakafkan untuk rakyat. Saya tidak mau cari kepentingan saya maupun keluarga tetapi untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Sehingga saya berharap ketika saya sudah tidak ada, ada yang dikenang oleh masyarakat terhadap saya.

DA : Saya mau masuk di situ, banyak politisi yang tergiur ke poltik, baru setahun dua tahun berurusan dengan penegak hukum, baru setahun dapat eksekutif berurusan dengan penegak hukum karena berbagai alasan.

Bapak lima tambah dua, tujuh periode termasuk di wali kota. Apa rahasianya, membentengi hati, membentengi diri?

MT : Memang orang bilang, ketika sudah berada di suatu jabatan tertentu, godaan itu sangat tinggi, pasti dan siapapun dan manusia normal pasti ada yang tergoda. Nah bagaimana kita membentengi diri kita agar tidak tergoda hal-hal yang justru akan menyengsarahkan kita.

Bukan hanya kita, keluarga kita, sahabat kita, kerabat kita dan pasti kita akan jadi sampah masyarakat. Ketika kita sudah tidak dihargai ketika kita menjabat duduk disanjung-sanjung, dihormati, diangkat-angkat. Suatu ketika kita diremehkan, dicemooh,  dibully. Bagaimana keluarga kita, bagaimana anak-anak kita, bagaimana istri kita, bagaimana cucu dan lain sebagainya. Itu kalo hanya berpikir diri sendiri, tapi bagaimana anak cucu kita dari sana?

Oleh karena itu apapun godaannya, alhamdullilah dengan kuasa Allah, saya dijauhkan dari berbagai godaan dan rongrongan bukan hanya godaan tapi rongrongan sangat dahsyat dari berbagai pihak. Insya Allah saya jalani. (bersambung)

Tonton live Facebook di Youtube Tribun Gorontalo : 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved