Sabtu, 14 Maret 2026

Marten Taha

Wawancara Eksklusif Wali Kota Gorontalo Marten Taha Part 1 : Apeksi hingga Perjalanan Karier Politik

Wawancara Tribun Podcast ini dipandu oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA).

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Wawancara Eksklusif Wali Kota Gorontalo Marten Taha Part 1 : Apeksi hingga Perjalanan Karier Politik
SCREENSHOT YOUTUBE TRIBUNGORONTALO
Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita mewawancarai Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa (11/7/23). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Wawancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa (11/7/23).

Wawancara Tribun Podcast ini dipandu oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA).

Keduanya membahas terkait kegiatan Apeksi, perjalanan karier politik, godaan korupsi, hingga pencalonan gubernur.

Wawancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo ini akan dibagi dalam dua artikel.

Baca juga: Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha Gaet Pemuda Lewat Turnamen e-Sport

Berikut bagian pertama wawancara dengan Marten Taha

DA :  Selamat sore TribunNews, saya Domu Ambarita, Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network juga pemimpin redaksi Warta Kota di Jakarta. Sore ini, kita akan bincang-bincang dengan seorang politisi gaek. Semoga menginspirasi Anda sekalian tribuners. Langsung saya bahas saja wali kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

dengan Doktor Marten Agus Taha, Sarjana Ekonomi, Magister of Ekonomi. Taukah saudara, bahwa 2/3 usia beliau lebih terdiri di politik. Anggota DPRD sudah 5 periode sejak 87. Sekarang wali kota Gorontalo. Mari kita bahas saja.

Pak Marten, apa saja yang nanti dibawa dari aspirasi Gorontalo ke arena (Apeksi) ini? 

MT : Apeksi ini adalah agenda rutin daripada asoisiasi pemerintah kota seluruh Indonesia dan kebutulan saya dipertekan sebagai wakil ketua 1.

Apeksi seluruh Indonesia ketua saya yaitu Wali Kota Bogor Kang Bima (Bima Arya Sugiarto), Saya wakil ketua bidang ekonomi daerah, wakil ketua 1. Kami terpilih waktu itu 2001 di Jakarta. Setiap tahun, kami itu melaksanakan Rakernas dan mangangkat hal-hal yang aktual di dalam pemerintahan pelaksanaan pembangunan maupun di dalam kemaksyarakatan. Kali ini memang temanya bertumpu pada hal yang mengarah kepada politik tetapi tetap membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apa pokok-pokok bahasannya akan kita bicarakan di dalam raekrnas ini. Rakernas itu sendiri hanya merupakan bagian kecil daripada kegiatan kita karena ada banyak kegiatan yang kita laksanakan.

Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita
Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (TRIBUNGORONTALO)

Pertama yaitu Indonesia City Expo, jadi kita memamerkan dan mengexpo seluruh potensi-potensi wilayah daerah yang di bawah oleh para kepala-kepala daerah bersama para jajarannya untuk ditampilkan dipromosikan dipamerkan dalam ajang Indonesia City Expo. Nanti Indonesia City Expo yang ada diikuti oleh 98 kota seluruh Tndonesia termasuk Makasar, di pantai losari tempatnya.

Kedua, ada namanya karnaval budaya jadi seluruh kota itu akan menampilkan dalam suatu aktraksi malam perayaan dan penampilan budaya seni, adat, budaya, daerah-daerah ditampilkan baik itu seni tari, seni drama, seni suara, seni semua seni-seni itu ditampilkan dan budaya-budaya dari masing-masing daerah ciri khas kearifan lokal itu akan ditampilkan di dalam karnaval budaya itu jadi itu sehari dan semalam itu akan tampil seluruh ini akan berjalan berparade dalam satu acara karnival

Ketiga, kita melaksanakan seminar tentang investasi, tema kita pada tahun ini juga masalah investasi. Bagaimana meningkatkan investasi dengan memanfaatkan seluruh potensi-potensi wilayah yang dapat dikembangkan dan ditawarkan kepada para invesor karena rakernas kali ini akan dihadiri oleh para duta-duta besar dari luar, duta besar luar negeri Indonesia dan juga para pengusaha-pengusaha dari berbagai negara, Singapura, Korea, Jepang dan lain sebagainya ini akan hadir. Sehingga daerah-daerah punya kesempatan untuk menampilkan dan memaparkan berbagai potensi daerah yang bisa ditawarkan kepada para investor untuk dari negara-negara tersebut sehingga bisa menarik kepada investor asing maupun investor dalam negeri.

Keempat, Rakernas membahas hal-hal yang terkait dengan kondisi organisasi kami sebagai wadah bagi para pemerintah daerah dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah kemudian bisa memajukan daerah. Tema pada kali ini yaitu peningkatan investasi dan juga tidak lupa membicarakan masalah yang berkaitan dengan masalah politik karena kita juga tahu bahwa 2024 2024 adalah tahun politik. Orang selalu berbicara masalah politik bagaimana kita mengsikapi bahwa walaupun kita berbeda, karena wali kota seluruh indonesia itu datang dari berbagia latar belakang politik yang berbeda. Saya dari Partai Golkar, misalnya ketua saya Bima dari PAN, ada yang dari PDIP, ada yang dari Nasdem, ada yang dari Demokrat dan lain sebagainya. Jadi kita, dalam membawa Indonesia ke arah makin lebih baik ke depan, kita lepaskan jaket-jaket yang berwarna-warni itu tapi kita berbicara Indonesia, kita satu warna yaitu merah putih

Itulah yang menjadi tujuan kita bagaimana memajukan Indonesia. Indonesia bisa menjadi negara yang maju, negara yang bermatabat di mata dunia dan bisa bersaing di dunia internatoinal. Jadi rangkaian acara ada karnival budaya itu berarti melibatkan masyarakat, ada pameran ekonomi melibatkan pelaku UMKM.

Jadi luas, bukan hanya ajang wali kota, bukan hanya pejabat, jadi seluruh, jadi saya juga membawa para pimpinan OPD, kemudian juga masyarakat UMKM. Saya juga akan berpatisipasi, nanti akan pajang prodak-prodak di booth milik pemerintah kota, artinya mereka merebut skaligus jualan ya jadi promosi seperti misalnya di Gorontalo itukan ada produk-produk khas tenun namanya karawo, ada songkok/kopia karanji namanya atau apapun dari produk-produk lokal yang merupakan hasil karya yang merupakan kearifan lokal kami, kami pamerkan di situ.

Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha (TRIBUNGORONTALO)

DA : Pak Marten lima periode anggota DPRD, 5x5 berarti 25 tahun sejauh usia 28 tahun beliau sudah DPRD, itu tahun 87 sudah anggota DPRD di Sulawesi Utara sebelum dimekarkan (provinsi) Gorontalo kemudian belakangan Gorontalo dimekarkan dan beliau (DPRD) 3 periode di sana dan sempat menjadi ketua DPRD Gorontalo sampai kemudian mencalonkan diri, mengikuti kontestasi pemilihan wali kota Gorontalo 2014 sampai sekarang ini tahun ke-9.

Pak Wali, apa rahasianya awet di dunia politik? Banyak juga yang terjun di politik tapi ada juga yang kapok.

MT : Kenapa dunia politik itu banyak orang menghindar karena katanya dunia politik itu dunia keras, dunia kotor, dunia pertarungan. Pokoknya banyak hal yang dilekatkan di dalam politik itu, stigmanya negatif tetapi sebenarnya politik ini kan bukan hanya yang kita liat politik praktis tapi politik dalam arti konsep itu bahwa bagaimana mengelola negara kan seperti itu. Politik mengelola negara, politik pemerintahan.

Suatu sistem dibangun didalam pemerintahan, dalam satu negara daera,  wilayah, apapun namanya di muka bumi ini itu melalui suatu proses politik, tidak ada satu keputusan penting negara tanpa proses politik, ekonomi bisa berjalan dengan baik, ekonomi bisa jalan, ekonomi bisa maju karena ada komitmen dan keputusan politik yang diambil oleh para pemangku kepentingan. Ada undang-undang, harus ada peraturan-peraturan yang harus ditaati. Hotel ini bisa dibangun bisa jalan dengan baik karena memang ada aturannya, bagaimana undang-undang berinvestasi, bagaimana undang-undang dalam memberikan dunia perhotelan dan lain sebagainya.

Jadi saya melihat bahwa dunia politik itu sangat penting dan strategis di dalam rangka kita untuk mengelolah negara. bagaimana saya terjun di dunia politik itu memang latar belakang saya. Saya ini dari sisi keilmuan punya disiplin ilmu-ilmu ekonomi mulai dari SMP, saya sudah ekonomi karena saya sekolah di SMEP, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama. Berikut ke sekolah tingkat atas, saya di ekonomi juga SMEA, Sekolah Menengah Ekonomi Atas.

Begitu di Fakultas, perguruan tinggi, saya juga di ekonomi, Fakultas Ekonomi. Saya memilih untuk kuliah di Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Ekonomi. S2 saya juga magister Economic Development di Universitas Gajah Mada Jogyakarta.  S3 saya di Universitas Hasanudin di Antropoligi yang mengarah kepada membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi, antropologi kesejahteraan.

Jadi kalau diliat dari latar belakang pendidikan, disiplin ilmu dan bakat kemampuan saya. Sebenarnya cita-cita saya dari awal, saya tidak mau jadi pegawai negeri, saya mau jadi pengusaha. Sehingga ketika saya lulus dari perguruan tinggi, saya merintis usaha tapi lebih tertarik ke politik.

Ketika itu memang politik kita, politik di zaman orde baru itukan politik yang diarahkan, baru 3 partai yang bersaing. Kemudian pemilihan kepala daerah masih pemilihan di DPR, belum pemilihan langsung. 

Sehingga saya alhamdulillah ketika itu pada zaman orde baru, saya terjun di dunia politik direkrut jadi anggota partai politik langsung ditawarkan untuk menjadi anggota DPRD. Ketika itu menjadi anggota DPRD itu kalau sekarang kan kita calonkan diri kemudian mendekati ketua partai dan lain sebagainya.

Saat itu (jadi DPRD) dipanggil-panggil, mau aktif di politik. Jangan hanya jadi pengurus partai tapi harus jadi anggota DPR. Saya bilang siap dicalonkan, kampanye mereka yang kampanyekan terpilih yaa duduk kita. Tugas kita yah memilih kepala daerah seperti itu setelah Reformasi, alhamdulillah saya masih di Sulawesi Utara pada saat itu saya masih anggota DPRD Sulut. Tahun 2000 ketika Gorontalo dimekarkan maka 2001 dibentuklah DPRD, maka saya dari Sulawesi Utara pindah ke Gorontalo jadi anggota DPRD dari 2001 sampai 2004.

Kemudian pemilu 2004 terpilih lagi jadi anggota DPRD periode 2004 - 2009. Kemudian pemilu 2009 terpilih lagi jadi anggota DPRD 2009 -2014. K etika itu saya dipercayakan sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo. Nah karena sudah cukup lama di DPR. Saya bilang saya mau coba-coba keberuntungan nasib di eksekutif karena sudah lama di legislatif. Maka pemilihan wali kota pada 2014, saya ikut daalam kontestasi itu dan alhamdulillah terpilih sebagai wali kota dari 2014 -2019.

Kemudian untuk kedua kali menjadi wali kota, saya ikut lagi pada pemilu 2018, saya terpilih dilantik 2019 - 2024, tinggal 11 bulan saya menjabat ini. Itulah karir politik saya.

DA : Pak marten, karir politik yang lengkap kan, eksektuf dan legislatif. Kepuasan batin apa yang bapak peroleh eksekutif legislatif?

MT : Saya kira di mana saja kita berkarya, di mana saja bekerja khan untuk kepentingan rakyat, untuk masyarakat kemaslahatan masyarakat. Tugas daripada eksekutif maupun tugas daripada legislatif itu sama-sama kita mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang makin lebih baik, makin lebih sejahtera, makin lebih maju daerahnya dan makin lebih berkualitas, terutama SDM. Jadi tentunya kepuasan batin apa yang bisa diperoleh, apabila apa yang kita kerjakan, apa yang kita perjuangkan itu bisa diterima dan memberi arti yang luas kepada rakyat, memberi sesuatu yang baik kepada rakyat.

Artinya ada sesuatu misalnya, kita bekerja katakanlah, saya sebagai walikota sekarang dipercayakan untuk mengelola suatu daerah. Bagaimana kalau misalnya tantangannya, bagaimana mengurangi angka kemiskinan, bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, bagaimana mengurangi angka pengangguran, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.

Kalau itu tercipta, terlaksana, tercapai maka tentunya kita akan merasa senang, rakyat senang, kita juga senang karena kita bekerja untuk rakyat bukan hanya kepentingan kita.

Saya terus terang jadi pejabat baik di eksekutif maupun legislatif itu, ya alhamdulillah hidup saya memang, saya wakafkan untuk rakyat. Saya tidak mau cari kepentingan saya maupun keluarga tetapi untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Sehingga saya berharap ketika saya sudah tidak ada, ada yang dikenang oleh masyarakat terhadap saya.

DA : Saya mau masuk di situ, banyak politisi yang tergiur ke poltik, baru setahun dua tahun berurusan dengan penegak hukum, baru setahun dapat eksekutif berurusan dengan penegak hukum karena berbagai alasan.

Bapak lima tambah dua, tujuh periode termasuk di wali kota. Apa rahasianya, membentengi hati, membentengi diri?

MT : Memang orang bilang, ketika sudah berada di suatu jabatan tertentu, godaan itu sangat tinggi, pasti dan siapapun dan manusia normal pasti ada yang tergoda. Nah bagaimana kita membentengi diri kita agar tidak tergoda hal-hal yang justru akan menyengsarahkan kita.

Bukan hanya kita, keluarga kita, sahabat kita, kerabat kita dan pasti kita akan jadi sampah masyarakat. Ketika kita sudah tidak dihargai ketika kita menjabat duduk disanjung-sanjung, dihormati, diangkat-angkat. Suatu ketika kita diremehkan, dicemooh,  dibully. Bagaimana keluarga kita, bagaimana anak-anak kita, bagaimana istri kita, bagaimana cucu dan lain sebagainya. Itu kalo hanya berpikir diri sendiri, tapi bagaimana anak cucu kita dari sana?

Oleh karena itu apapun godaannya, alhamdullilah dengan kuasa Allah, saya dijauhkan dari berbagai godaan dan rongrongan bukan hanya godaan tapi rongrongan sangat dahsyat dari berbagai pihak. Insya Allah saya jalani. (bersambung)

Tonton live Facebook di Youtube Tribun Gorontalo : 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved