Kerusuhan di Paris Kian Menjadi-jadi, Begini Kabar 6.500 WNI Menurut Kemenlu Judha Nugraha
Pihak keamanan dikerahkan dan berhasil menangkap sejumlah biang kerok kerusuhan di Paris.

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi Kota Paris hingga saat ini belum kondusif.
Penjarahan masih terjadi di mana-mana. Pihak keamanan dikerahkan dan berhasil menangkap sejumlah biang kerok kerusuhan.
Dalam kurun 24 jam terakhir, Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan 1.311 orang sudah diamankan.
Kerusuhan di Prancis diketahui dipicu oleh polisi yang menembak remaja berusia 17 tahun keturunan Aljazair pada Selasa (27/6/2023).
Melansir dari Tribunnews.com, sekira 6.500 WNI tinggal di Paris.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengabarkan kondisi para WNI di tengah kerusuhan Paris.
Ia mengungkapkan, sejauh ini tak ada satu pun korban berasal dari Indonesia.
Baca juga: Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Masuk dalam Tragedi Terburuk Sepakbola Dunia
Namun, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis telah mempersiapkan upaya perlindungan apabila kerusuhan terus memburuk.
Sejak Sabtu (1/7/2023) kerusuhan semakin menjadi-jadi. Bahkan telah menyebar ke kota-kota besar di luar Paris seperti Lyon dan Marseille.
Polisi Marseille menyebut, perusuh "sangat gesit" menimbulkan kebakaran dan menjarah.
Polisi di Marseille pun menangkap 88 orang terduga perusuh per Sabtu pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron menurunkan 45 ribu personel polisi demi meredam kerusuhan tersebut.
Macron pun mengimbau para orang tua mencegah anaknya ke luar rumah.
Pasalnya perusuh begitu berani membakar kendaraan-kendaraan. Mereka pun tak gentar menghadapi polisi. Mobil polisi dilempari batu oleh para perusuh.
Menurut laporan The Guardian, setidaknya 2.500 toko dan bangunan dijarah atau dibakar. (*)