Yosep Yusuf Cerita Pengalaman sebagai Penjual Ikan Pertama di Danau Limboto Gorontalo
Yosep Yusuf (54) bercerita saat pertama kali menjadi nelayan. Ia tumbuh di kawasan Danau Limboto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yosep-Yusuf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Yosep Yusuf (54) bercerita saat pertama kali menjadi nelayan.
Yosep merupakan anak dari sepuluh bersaudara. Ia lahir dan tumbuh di kawasan Danau Limboto.
Sebelum Jalan Reformasi dibangun, Yosep sudah tinggal bersama orangtuanya di tempat tersebut.
Sejak kecil Yosep sudah pandai menangkap ikan air tawar. Berbekal umpan, Yosep setiap hari mendayung sampan di perairan Danau Limboto.
"Saya dari SD sudah sering cari ikan sendiri," kata Yosep Yusuf kepada TribunGorontalo.com, Minggu (25/6/2023) siang.
Yosep masuk sekolah SD Muhamadiyah pada usia tujuh tahun.
Ia sempat dikucilkan oleh teman-temannya karena jarang mandi. Yosep pun tak menghiraukannya.
"Saya dikucilkan karena bau badan. Saya memang sehabis memancing itu langsung ke sekolah," ujarnya.
Yosep pergi ke sekolah setiap hari tanpa memakai alas kaki.
Ia pun mengaku nama aslinya bukan Yosep tapi Saipul.
"Nama saya sebenarnya Saipul Yusuf tapi diubah jadi Yosep," ungkapnya.
Adalah kepala sekolah SD Muhammadiyah disebut sosok di balik nama barunya itu.
Sang kepsek merupakan kerabat dekat orangtuanya. Kala itu si Kepsek meminta ayah Yosep agar mengubah nama anaknya.
"Sejak SD itu saya nama berubah Yosep," lanjut dia.
Yosep menikah muda pada usia 19 tahun. Ia telah dikaruniai lima anak.