Wisuda Siswa Gorontalo

Dosen IAIN Gorontalo Setuju Ada Wisuda Siswa Asalkan Orang Tua tak Dibebani Beli Toga

Sebab, yang dipermasalahkan memang bukanlah prosesi wisuda siswa, melainkan beban yang ditimbulkan oleh prosesi itu. 

|
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/kolase
Djunawir Syafar, Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo mengomentari fenomens wisuda siswa. 

"Solusinya tidak harus dengan toga, tapi menggunakan pakaian yang warnanya sama atau pakaian yang umum digunakan orang seperti batik," tandasnya. 

Sedangkan Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya mengeluarkan larangan pelaksanaan wisuda siswa level SMA, SMK, hingga SLB. 

Jika sekolah terlanjur menjadwalkan wisuda siswa tersebut, ia meminta agar segera dibatalkan. “Saya minta dibatalkan saja,” tegas Ismail Pakaya. 

Ia tak peduli meski wisuda siswa itu sudah disepakati dengan badan komite sekolah. Bahkan, Ismail meminta agar uang yang terlanjur dikumpulkan dari orang tua, harus dikembalikan. 

"Khusus untuk SMA, SMK, SLB yang masih melakukan wisuda, mohon maaf kepala sekolahnya akan saya beri sanksi,” tegas Ismail, Selasa (20/6/2023). 

Ismail mengatakan, pada saat rapat komite sekolah untuk pengambilan keputusan pelaksanaan wisuda, banyak orang tua yang hanya diam. 

Mereka baru mengeluh setelah pulang ke rumah, karena merasa malu menyampaikan tidak mampu membayar sumbangan pada rapat komite.

“Pada rapat komite banyak orang tua yang diam, dan mereka itulah yang tidak setuju. Saya yakin para kepala sekolah tahu kondisi itu, cuma kita saja yang pura-pura tidak tahu,” ujarnya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved