Pilpres 2024
250 Hari Menuju Pilpres 2024: Jokowi - Prabowo Tertawa Lepas di Malaysia
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu di Malaysia, Rabu 7 Juni 2023.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kuala Lumpur - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu di Malaysia, Rabu 7 Juni 2023.
Keduanya tertawa lepas disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menkopolhukam Mahfud MD dan sejumlah pejabat negara.
Prabowo yang juga calon presiden (capres) dari Partai Gerindra dan PKB ini tengah menjadi sorotan dunia usai menyampaikan proposal perdamaian perang Rusia - Ukraina.
Presiden Jokowi sebelumnya berjanji memanggil Prabowo untuk menanyakan soal proposal tersebut.
Presiden dan Ibu Negara disambut hangat oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Seri Diraja Zambry Abdul Kadir setiba di Malaysia Rabu.
Proposal perdamaian Prabowo masih terus diperbincangkan. Ukraina menolak tapi Rusia memberi lampu hijau.
Pada video yang beredar, proposal Prabowo sempat dipertanyakan sejumlah tamu asing secara langsung dalam International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, di Singapura.
Tamu asing yang meminta penjelasan ke Prabowo ketika ia berada di podium memberi presentasi.
"Tuan Prabowo dengan mengatakan kita tidak harus berpihak pada manapun dalam perang Ukraina, Anda pada dasarnya menggambarkan ekivalensi antara Rusia, penyerang, dan Ukraina yang diinvasi," kata seorang tamu acara Rym Mumtaz dalam acara akhir pekan tersebut, dikutip dari video KompasTV dan CNN, Kamis (8/6/2023).
Masih ada beberapa pertanyaan lagi kepada Menhan RI.
Prabowo awalnya memberi jawaban terima kasih ke penanya. Namun setelahnya ia berkata akan mencoba menjawab pertanyaan meski ia rasa tiga menit waktu yang singkat.
"Beberapa pertanyaan seolah menyamakan terkait yang invasi dan yang diinvasi," kata Prabowo.
"Saya rasa ini reaksi emosional, tapi yang saya tempatkan ke depan adalah resolusi konflik," tegasnya.
Ia lalu melanjutkan tak mengatakan siapa yang salah dan benar dalam proposalnya. Menurutnya ada hal yang salah.
"Saya tidak mengatakan sisi mana yang benar dan salah, karena posisi Indonesia sudah sangat jelas," jelasnya seranya mengangkat tangan mengeluarkan telunjuknya.
"Di PBB, kami voting menentang invasi Rusia, kami memilihnya. Kalian bisa cek rekaman votingnya," tambahnya.
"Kami tidak mengatakan yang salah dan benar. Saya hanya usulkan, agar kita bisa memasukkan sebuah resolusi konflik, yang secara historis sudah pernah dilakukan," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/080623-prabowo-jokowi.jpg)