Selasa, 17 Maret 2026

Tips Muhammad Rizal Bakari Hingga Bisa Jadi Hafidz Al-Qur'an sejak Usia 5 Tahun

Mulai pukul 07.00-14.00 Wita, Rizal mengikuti pembelajaran akademik, dilanjutkan hafalan Al-Qur'an pada pukul 14.00-16.00 Wita.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tips Muhammad Rizal Bakari Hingga Bisa Jadi Hafidz Al-Qur'an sejak Usia 5 Tahun
TribunGorontalo.com/FajriKidjab
Mohammad Rizal Bakari bersama kedua orangtuanya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto -- Muhammad Rizal Bakari (12) pelajar Gorontalo sudah jadi Hafidz Al-Qur'an sejak usia lima tahun.

Saat itu Rizal masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Menurut pengakuan ibunda Rizal, Ilma Ahmad (41), anaknya itu memang dibiasakan mengulang-ngulang bacaan Al-Qur'an.

"Pertama itu muroja'ah. Yang kedua pengayaan tambahan hafalan," kata Ilma kepada TribunGorontalo.com di Masjid Baiturrahman Limboto, Sabtu (3/6/2023).

Mulai pukul 07.00-14.00 Wita, Rizal mengikuti pembelajaran akademik, dilanjutkan hafalan Al-Qur'an pada pukul 14.00-16.00 Wita.

"Itu kayak les, tapi dibayar sendiri," ungkapnya.

Guru honorer ini bercerita, Rizal saat berumur dua tahun selalu dibawa mengajar di TK Lukmanul Hakim.

Akhirnya ia mendaftarkan Rizal ke sekolah tersebut. Rizal pun mulai diajarkan hafalan surah Al-Fatihah sampai Al-Bayyinah.

Kedua orangtuanya pun membiasakan Rizal mengulang hafalannya di rumah setiap sehabis shalat subuh. 

Kemudian Rizal meneruskan pembelajaran hafalan sampai SD di sekolah yang sama.

"Hafal Juz 30 itu kelas 3," ucap ibunda Rizal.

Sebanyak 51 siswa SD ikut uji publik hafalan alquran yang dipelajari di sekolah selama 6 tahun.
Sebanyak 51 siswa SD ikut uji publik hafalan alquran yang dipelajari di sekolah selama 6 tahun. (TribunGorontalo.com/Jhil)

Selain menghafal Al-Qur'an, Rizal juga diajarkan menunaikkan shalat lima waktu.

Ia juga terbiasa berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

"Biar dia tidak tepat waktu, tapi dia tetap shalat," ujar Ilma.

Setiap hari Rizal memegang Al-Qur'an guna menjaga hafalannya.

"Kata ustadnya, dia (Rizal) dapat nilai plus untuk bacaan. Kalaupun kadang lupa tapi bacaannya bagus," imbuhnya.

Namun, program hafalan akhirnya sempat terkendala pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir.

"Jadi dorang sekarang dipacu untuk mengejar ketertinggalan," sambung ayah Rizal, Amir Bakari.

Baca juga: Tes Hafalan Al-Quran, 51 Siswa SDIT Lukmanul Hakim Gorontalo Ikuti Uji Publik

Sekarang Rizal selangkah lagi tamat SD. Ia baru saja menjalani Uji Publik Al-Qur'an, program SDIT Lukmanul Hakim bagi siswa kelas VI.

Kedua orangtuanya merasa sedih karena masih ingin melanjutkan program ke jenjang SMP, tetapi terkendala biaya.

Ayah Rizal hanya bekerja sebagai penjahit, tabungan mereka pun sebagian besar dialokasikan untuk biaya perkuliahan kakak perempuan Rizal.

"Harapannya sih dia masih lanjut di situ. Tapi biayanya tidak cukup," terang Ilma.

Rizal pun berencana melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah.

Kedua orang tuanya berharap Rizal bisa membawa nama baik keluarga di masa depan.

"Jadi penghafal Al-Qur'an. Terus jadi anak sholeh bisa membahagiakan orangtua di dunia dan akhirat," tutur ibunda Rizal dengan mata berbinar. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved