Seberapa Penting Edukasi CBP Rupiah Bagi Guru? Begini Penjelasan Bank Indonesia Gorontalo
Pelaksanaan edukasi CBP ini merupakan rangkaian program sinergi antara Bank Indonesia dengan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo di Ballroom Lantai 4
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
(Reporter: Prailla Libriana)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bank Indonesia Gorontalo menggelar Training of Trainer (ToT) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah terhadap 200 kepala sekolah dan bendahara se-Kota Gorontalo.
Pelaksanaan edukasi CBP Rupiah merupakan rangkaian program sinergi antara Bank Indonesia dengan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo di Ballroom Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Taufik Hidayat, Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo dalam sambutannya mengatakan, edukasi ToT ini merupakan agenda penting bagi guru atau tenaga pendidik.
Sebab, guru dan tenaga pendidik, kata Taufik, merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter dan pola pikir peserta didiknya.
Para guru menjadi role model bagi peserta didik. Guru juga kerap mendominasi terbentuknya orang-orang yang berakhlak mulia, berdedikasi, berkompetensi, serta memiliki daya saing dalam memajukan negeri ini.
"Maka ada istilah Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa," ujar Taufik kepada TribunGorontalo.com, Senin (29/5/2023).
Baca juga: Seru-seruan BI Gorontalo Bersama Pelaku UMKM, Jalan-jalan ke Desa Binaan Bank Indonesia
Didalam edukasi CBP Rupiah menerangkan upaya pencegahan uang palsu, memperpanjang masa edar uang rupiah, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, mempertahankan kedaulatan NKRI, serta memajukan perekonomian nasional.
Pengembangan edukasi ToT, lanjut Taufik, tidak sebatas edukasi mengenai keaslian uang dan cara merawat fisik uang rupiah saja, tetapi mencakupi peran rupiah sebagai simbol dan lambang identitas dari bangsa Indonesia.
Sehingga, diperlukan upaya penguatan dari pemikiran masyarakat Gorontalo untuk menumbuhkan rasa kesadaran dan kepedulian terhadap rupiah.
Program ToT sebetulnya bertujuan untuk menginternalisasi CBP Rupiah dan Qris di kalangan sekolah, baik tingkat TK, SD, dan SMP.
Juga melalui kegiatan ToT ini, para guru dapat menyampaikan kembali kepada para peserta didiknya, sehingga CBP Rupiah dan pengembangan Qris dapat lebih dikenal, lebih dipahami dan lebih diterapkan oleh semua civitas sekolah.
Bank Indonesia berharap agar siswa-siswi dapat mengetahui, memahami, juga menerapkan CBP Rupiah dan pembayaran berbasis Qris.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, Bank Indonesia menyediakan booth UMKM binaan Bank Indonesi seperti booth kopi. Hanya cukup membayar Rp 1 melalui scan Qris, para peeserta dapat menikmati segelas kopi dan souvenir dari Bank Indonesia.
"Sebenarnya itulah niat kami memberikan user experience kepada Bapak dan Ibu dalam penggunaan Qris," ujar Taufik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Taufik-Hidayat-Kepala-Deputi-Bank-Indonesia-Provinsi-Gorontalo.jpg)