BI Gorontalo
Seru-seruan BI Gorontalo Bersama Pelaku UMKM, Jalan-jalan ke Desa Binaan Bank Indonesia
Para pelaku UMKM ini berkunjung ke Candi Gunung Kawi atau disebut pula Candi Tebing Gunung Kawi.
Penulis: Apris Nawu |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Candi-Gunung-Kawi-atau-disebut-pula-Candi-Tebing-Gunung-Kawi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Para pelaku UMKM dan jurnalis yang diboyong Kantor Wilayah Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Gorontalo ke Bali, menyempatkan jalan-jalan ke situs budaya.
Para pelaku UMKM ini berkunjung ke Candi Gunung Kawi atau disebut pula Candi Tebing Gunung Kawi.
Ini merupakan situs purbakala yang dilindungi di Bali. Terletak di Sungai Pakerisan, Dusun Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Candi ini sangat unik karena biasanya candi berupa batuan utuh yang terbuat dari bata merah atau batu gunung, namun candi ini tidak seperti itu melainkan pahatan di dinding tebing batu padas ditepi sungai.
Nama Gunung Kawi itu sendiri konon berasal dari kata Gunung dan Kawi. Gunung berarti Gunung atau Pegunungan dan Kawi Berarti Pahatan Jadi Candi Gunung Kawi berarti Candi yang dipahat di atas gunung.
Candi ini terletak sekitar 40 kilometer dari Kota Denpasar dengan perjalanan sekitar 1 jam menggunakan mobil atau motor.
Sementara dari Kota Gianyar berjarak sekitar 21 kilometer atau sekitar setengah jam perjalanan. Apabila tidak membawa kendaraan pribadi, dari Denpasar maupun Gianyar wisatawan dapat memanfaatkan jasa taksi, bus pariwisata, maupun jasa agen perjalanan.
Kebetulan, desa tempat Candi ini merupakan desa binaan Bank Indonesia. Karena itu, para pelaku UMKM tidak sekadar jalan-jalan biasa.
Para pelaku UMKM dan jurnalis ini diajak melihat langsung desa binaan BI tersebut.
Ini sebagai pembelajaran. Menjadi gambaran bagaimana BI menciptakan sebuah desa yang mampu meningkatkan pendapatan ekonomi Gorontalo.
Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan melalui UMKM ini juga sebetulnya sudah dilakukan BI Gorontalo.
Ridwan NurJamal Deputi kepala perwakilan BI Gorontalo mengatakan, pihaknya membawa pelaku UMKM ke sana sebagai ajang belajar.
"Supaya kita akan belajar, Desa Tampaksiring wisata terkenal itu binaan BI Bali, di mana di situ adalah tempatnya berkonsep wisata ada penjualan souvenir aksesoris dan kain khas Bali," katanya.
Harapannya, desa-desa di Gorontalo juga bisa dikelola dengan lebih serius layaknya desa ini.
Agar menjadi tujuan wisata domestik, bahkan wisata mancanegara. (*)