Batu Hitam Gorontalo
Soal Batu Hitam Gorontalo, Merlan Uloli Wabup Bone Bolango: Kami Juga Marah
Ia menjelaskan, marah gara-gara hasil batu hitam Gorontalo tak bisa dinikmati sepenuhnya oleh warga Bone Bolango.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wabup-temui-massa-aksi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S Uloli mengakui jika dirinya juga marah dengan persoalan batu hitam Gorontalo yang berlarut-larut.
"Bukan hanya kalian yang marah. Saya pribadi yang paling marah,” kata Merlan saat menemui penambang Suwawa yang demo pada Rabu (24/5/2023) kemarin.
Ia menjelaskan, marah gara-gara hasil batu hitam Gorontalo tak bisa dinikmati sepenuhnya oleh warga Bone Bolango.
“Kenapa tidak bisa mendapatkan hak-hak kita di dalam tambang batu hitam ini?," pertanyaan retoris dilontarkan Merlan di depan ratusan penambang Suwawa.
Ia menjelaskan, Pemerintah Bone Bolango pada dasarnya menginginkan batu hitam Gorontalo legal dinikmati hasilnya oleh warga.
Karena itu, ia menolak Pemkab Bone Bolango disebut ‘pembohong’ oleh penambang. Sebab, sejauh ini pun pihaknya terus berjuang.
Baca juga: Dituding Libatkan Anak hingga Paman dalam Proyek Penelitian, Ini Penjelasan Rektor IAIN Gorontalo
Bahkan, beberapa kali kata Merlan, ia mendatangi PT Gorontalo Mineral (GM). Ini merupakan perusahaan yang memegang izin konsesi di pegunungan Bone Bolango.
Pertambangan batu hitam Gorontalo ini berada di dalam kawasan yang izinnya kini dipegang oleh GM tersebut.
Makanya, Merlan mendatangi GM untuk membicarakan pertambangan batu hitam Gorontalo di wilayah izinnya.
"Saya sendiri sudah dua kali di GM sana. Saya sudah sampaikan," akunya.
Ia mengungkapkan bagaimana upaya mediasi dari pihak pemerintah bersama Gorontalo Mineral (GM).
Sehingga, pemerintah pun dibuat kesal karena sampai saat ini perjuangan mereka tak menemui titik terang.
Ia mengakui, "Kita ini miskin di daerah yang kaya,",
Dikatakan Merlan, suatu daerah seharusnya kaya berkat hasil tambang, tetapi Bone Bolango justru tak memperoleh apa-apa.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memberikan legalitas seperti yang diminta oleh rakyat penambang tersebut.
Hanya saja, segala cara yang ditempuh pemerintah disebut tak membuahkan hasil.
Sebelumnya, ratusan penambang Suwawa kembali turun gunung. Mendatangi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo dengan sejumlah tuntutan.
Baca juga: Lagi-lagi Penambang Suwawa-Bone Bolango Turun Gunung, Minta Legalisasi Batu Hitam Gorontalo
Para penambang Suwawa meminta Pemkab Bone Bolango melegalisasi eksplorasi batu hitam Gorontalo.
Sebab, hingga saat ini ekplorasi mineral dari perut bumi pegunungan Bone Bolango tersebut, masih ilegal.
Tidak heran, baru-baru ini 3 gudang berisi batu hitam Gorontalo, disegel polisi. Garis polisi (polici line) dipasang mengelilingi gudang ini sejak 15 Mei 2023 lalu.
"Karena rakyat penambang dianggap ilegal, maka dampaknya Polda Gorontalo melakukan penangkapan dengan membawa pasukan sangat lengkap," ujar Dewa Diko koordinator demonstrasi penambang, Rabu (24/5/2023).
Para pendemo mengaku kecewa terhadap Pemda Bone Bolango yang tidak kunjung merealisasikan legalitas tersebut.
Padahal, tambang batu hitam merupakan mata pencaharian sebagian besar rakyat Suwawa.
Pasca penindakan dari kepolisian beberapa waktu lalu cukup memberikan pengaruh signifikan bagi para penambang.
"Hari ini perekonomian di Suwawa itu lumpuh," kata Dewa Diko kepada TribunGorontalo.com, Rabu (24/5/2023) sore.
Ia menerangkan bahwa aktivitas masyarakat penambang praktis terhenti sementara saat ini.
Akibatnya bukan pada rakyat penambang saja, melainkan ojek-ojek yang mengantar para penumpang pun ikut terdampak.
Dengan suara serak parau, Dewa mengaku betapa tambang batu hitam telah mengubah nasib masyarakat Suwawa.
"Akhirnya mereka sudah bisa kasih hidup anak-istri," ucapnya melalui pengeras suara di Kantor Bupati Bone Bolango.
Namun, sekarang harapan besar mereka harus pupus setelah menghadapi polemik tak berujung.(*)