Batu Hitam Gorontalo
Lagi Penambang Suwawa-Bone Bolango Turun Gunung, Minta Legalisasi Batu Hitam Gorontalo
Tidak heran, baru-baru ini 3 gudang berisi batu hitam Gorontalo, disegel polisi. Garis polisi (polici line) dipasang mengelilingi gudang ini sejak 15
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/24523-penambangbatuhitamGorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa – Ratusan penambang Suwawa kembali turun gunung. Mereka mendatangi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo dengan sejumlah tuntutan.
Para penambang Suwawa meminta Pemkab Bone Bolango melegalisasi eksplorasi batu hitam Gorontalo.
Sebab, hingga saat ini ekplorasi mineral dari perut bumi pegunungan Bone Bolango tersebut, masih ilegal.
Tidak heran, baru-baru ini 3 gudang berisi batu hitam Gorontalo, disegel polisi. Garis polisi (polici line) dipasang mengelilingi gudang ini sejak 15 Mei 2023 lalu.
"Karena rakyat penambang dianggap ilegal, maka dampaknya Polda Gorontalo melakukan penangkapan dengan membawa pasukan sangat lengkap," ujar Dewa Diko koordinator demonstrasi penambang, Rabu (24/5/2023).
Para pendemo mengaku kecewa terhadap Pemda Bone Bolango yang tidak kunjung merealisasikan legalitas tersebut.
Baca juga: Jika Tambang Batu Hitam Gorontalo Ditutup, Usman Hulopi: GM Juga Harus Ditutup
Padahal, tambang batu hitam merupakan mata pencaharian sebagian besar rakyat Suwawa.
Pasca penindakan dari kepolisian beberapa waktu lalu cukup memberikan pengaruh signifikan bagi para penambang.
"Hari ini perekonomian di Suwawa itu lumpuh," kata Dewa Diko kepada TribunGorontalo.com, Rabu (24/5/2023) sore.
Ia menerangkan bahwa aktivitas masyarakat penambang praktis terhenti sementara saat ini.
Akibatnya bukan pada rakyat penambang saja, melainkan ojek-ojek yang mengantar para penumpang pun ikut terdampak.
Dengan suara serak parau, Dewa mengaku betapa tambang batu hitam telah mengubah nasib masyarakat Suwawa.
"Akhirnya mereka sudah bisa kasih hidup anak-istri," ucapnya melalui pengeras suara di Kantor Bupati Bone Bolango.
Namun, sekarang harapan besar mereka harus pupus setelah menghadapi polemik tak berujung.
Massa aksi ditemui langsung oleh Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S Uloli. Usai mendengar keluhan pedemo dari Aliansi Masyarakat Suwawa, Pemuda dan Mahasiswa Bone Bolango Bersatu, Merlan mencoba meluruskan beberapa hal.
Pertama, para penambang batu hitam Suwawa mengaku kecewa Pemda Bone Bolango yang dinilai membohongi mereka.
Baca juga: Polisi Kembali Rundingkan Penanganan Batu Hitam Gorontalo yang Kian ‘Memanas’
"Bukan hanya kalian yang marah. Saya pribadi yang paling marah kenapa tidak bisa mendapatkan hak-hak kita di dalam tambang batu hitam ini," ungkap Merlan Uloli kepada massa aksi di Kantor Bupati Bone Bolango, sebagaimana dikutip TribunGorontalo.com, Rabu (24/5/2023) sore.
Ia pun memprotes tudingan bahwa Pemda Bone Bolango sudah berbuat curang terhadap para penambang batu hitam.
"Kita ini miskin di daerah yang kaya," jelas Wabup.
Dikatakan Merlan, suatu daerah seharusnya kaya berkat hasil tambang, tetapi Bone Bolango justru tak memperoleh apa-apa.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memberikan legalitas seperti yang diminta oleh rakyat penambang tersebut.
Hanya saja, segala cara yang ditempuh pemerintah disebut tak membuahkan hasil.
"Saya sendiri sudah dua kali di GM sana. Saya sudah sampaikan," akunya.
Ia mengungkapkan bagaimana upaya mediasi dari pihak pemerintah bersama Gorontalo Mineral (GM).
Sehingga, pemerintah pun dibuat kesal karena sampai saat ini perjuangan mereka tak menemui titik terang.
Batu hitam Gorontalo adalah kandungan berharga dari perut bumi Bone Bolango. Dibanderol dengan harga yang cukup mahal, wajar batuan dengan kandungan yang belum pasti ini, sangat jadi andalan masyarakat.
Banyak penambang emas yang kemudian banting stir jadi penambang batu hitam Gorontalo. Hal ini melihat keuntungan besar yang didapatkan. (*)