DPRD Provinsi Gorontalo
Jika Tambang Batu Hitam Gorontalo Ditutup, Usman Hulopi: GM Juga Harus Ditutup
Menurutnya, jika nanti tambang batu hitam Gorontalo ditutup, maka harus pula otoritas resmi menutup operasional Gorontalo Mineral (GM) di wilayah huta
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/08122022_batu-hitam-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pernyataan tegas disampaikan Usman Hulopi, anggota DPRD Provinsi Gorontalo terkait batu hitam Gorontalo.
Menurutnya, jika nanti tambang batu hitam Gorontalo ditutup, maka harus pula otoritas resmi menutup operasional Gorontalo Mineral (GM) di wilayah hutan Bone Bolango.
"Kami tentu tidak mau menjadi penonton di wilayah kami sendiri, jadi pertanyaannya, kondisi hutan yang ada saat ini sudahkah polisi meninjau kerusakan itu, secara dampaknya, kami desa penyangga terjadi erosi," tegasnya.
Meski belum terkonfirmasi, namun menurut Usman, dana CSR perusahaan tambang GM tak pernah dirasakan oleh warga setempat.
Baca juga: Politisi Gorontalo Inisial RT Ditangkap Polisi Atas Kasus Narkoba, Kini Diperiksa di Polda
“GM beroperasi sudah sekian puluh tahun, yang ada hanyalah dampak kerusakannya,” tegas dia.
Usman juga membandingkan hadirnya perusahaan GM dan batu hitam. Ia menuturkan kehadiran batu hitam ini, sangat memberikan dampak positif bagi rakyat.
Sebagai contoh, 2 masjid bisa terbangun gara-gara hasil tambang batu hitam. Bahkan masjid itu diresmikan langsung oleh pimpinan daerah.
Baca juga: Lagi, Tabrak Lari di Gorontalo, Pengendara Motor Diserempet Mobil Hingga Tewas di Tempat
Baca juga: Masyarakat Ketakutan, Tengah Malam Polisi Bersenjata Lengkap Geledah Gudang Batu Hitam Gorontalo
Kata Usman, tidak hanya masjid yang terbangun, bahkan jembatan gantung pun di bangun dengan hasil batu hitam, dengan jumlah hampir sekitar Rp 300 juta.
"Pembangunan jembatan gantung ini terus terang tidak ada sepeserpun anggaran dari pemerintah, kalau bukan batu hitam ini, tidak ada yang terbangun,” tuturnya.
Karena itu, tidak adil jika batu hitam diberhentikan, namun GM tetap beroperasi di wilayah Bone Bolango sebagai perusahaan ekstraktif.
"Kalau mau melihat kondisi sekarang sudah rusak hutan kita. Sudah adakah hitungan-hitungan untuk 10 tahun ke depan jika GM terus beroperasi, saat ini saja air Sungai Bone kabur terus. Padahal air Sungai Bone ini dikonsumsi masyarakat Suwawa, bahkan Kota Gorontalo,” katanya.
Semoga saja Kapolda Gorontalo memberikan solusi yang terbaik dengan adanya razia penutupan batu hitam.
“Jika Tambang Batu Hitam ini ditutup saya optimis, Kota posti sunyi, dan jelas tingkat kriminalitas pasti akan tinggi,” tukas Usman. (*)