Puluhan Guru Mengadu ke DPRD Provinsi Gorontalo, Ada Apa?

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (23/5/2023). 

|
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ilustrasi Guru. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sejumlah guru mengeluhkan masalah ke DPRD Provinsi Gorontalo.

Para guru ini dipimpin oleh Zulfikar Ladiku Ketua Forum Asosiasi Guru Honorer (FAGH). 

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Selasa (23/5/2023). 

Ada sejumlah keluhan yang disampaikan para guru berstatus honorer dan PPPK

Keluhan pertama terkait dengan para guru PPPK yang tak mendapatkan penempatan. 

Ada sedikitnya 117 guru yang bernasib demikian. Kendati, saat ini banyak sekolah di Gorontalo yang justru kekurangan guru. 

Selain memperjuangkan hak 117 guru PPPK itu, ia juga mempertanyakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

“(data dapodik) tidak terjamin kualitas dan integritas inputan yang berpotensi merugikan guru honor,” kata Zulfikar. 

Gara-gara itu, banyak  kata dia guru honorer yang mengeluh. Sebab, banyak yang tak mendapat jam mengajar yang cukup. 

“(Ini) merugikan guru lainnya, serta analisis kebutuhan guru di tingkat satuan pendidikan masih ada indikasi sarat kepentingan," tegas dia. 

Saat dikonfirmasi, Rudi W.E Daenubnu Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo mengaku akan menindaklanjuti keluhan para guru. 

Terkait dengan masalah penempatan PPPK, ia akan memperbaharui Dapodik. 

“Dalam waktu yang secepat-cepatnya, Dinas Pendidikan akan melakukan pertemuan dengan operator Dapodik, serta Kepala sekolah,” janji Rudi. 

Ia pun meminta kesempatan kepada para guru. Mestinya, hari ini, Rabu (24/5/2023) masalah tersebut bisa diselesaikan.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved