Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-437: Ukraina Ragu Tentara Bayaran Wagner Mundur dari Bakhmut

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-437, Sabtu (6/5/2023): Ukraina tidak melihat tanda-tanda mundurnya pasukan tentara bayaran Wagner dari Bakhmut.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Twitter via Tribunnews.com
Yevgeny Prigozhin, Kepala dari kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-437, Sabtu, 6 Mei 2023: Ukraina tidak melihat tanda-tanda mundurnya pasukan Wagner dari Kota Bakhmut dan menyebut bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Kyiv menyebut pasukan Wagner semakin memperkuat posisinya di Bakhmut. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ukraina meragukan mundurnya pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner, dari pertempuran di Kota Bakhmut.

Sebagaimana diketahui, Kepala kelompok Wagner, Yevgeny Prigozhin menyatakan bahwa pasukan tentara bayarannya akan mundur dari Kota Bakhmut, yang terletak di Provinsi Donetsk, Ukraina wilayah timur, pada pekan depan.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Sabtu (6/5/2023) atau hari ke-437 perang, militer Ukraina menepis klaim bos Wagner Rusia bahwa dia akan menarik para tentara bayarannya dari pertempuran Kota Bakhmut.

Ukraina mengatakan bahwa tentara bayaran Wagner justru bertahan dan menerima bala bantuan di Bakhmut, kota yang selama beberapa bulan mengalami pertempuran sengit karena ingin dikuasi Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-436: AS Bantah Terlibat dalam Serangan Drone di Istana Kremlin

Militer Ukraina mengatakan pada Jumat (5/5/2023), bahwa pejuang Wagner memperkuat posisi di Bakhmut dengan kemungkinan niat untuk mencoba merebut kota yang hancur sebelum Rusia menandai kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II pada 9 Mei.

"Kami sekarang melihat mereka menarik (pejuang) dari seluruh garis ofensif di mana pejuang Wagner berada, mereka menarik (mereka) ke arah Bakhmut," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar di televisi Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan video, Prigozhin mengatakan anak buahnya kekurangan amunisi oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Prigozhin juga mengatakan bahwa dia akan menarik pejuangnya dan mengharapkan tentara Rusia mengambil tempat mereka di Bakhmut pada Rabu, 10 Mei 2023.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-435: Kota Kherson Kembali Digempur, 21 Orang Tewas

“Anak buah saya tidak akan menderita kerugian yang tidak berguna dan tidak dapat dibenarkan di Bakhmut tanpa amunisi,” kata Prigozhin dalam video yang menyertai pengumuman penarikan tertulis yang ditujukan kepada Kepala Staf Umum Rusia, Kemenhan dan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai panglima tertinggi.

Pengumuman itu mengatakan "birokrat" telah menahan pasokan meskipun mengetahui bahwa target Wagner untuk merebut kota itu adalah 9 Mei ketika Moskow mengadakan parade Hari Kemenangan.

Pertempuran untuk Bakhmut, yang dianggap Rusia sebagai batu loncatan ke kota-kota lain di wilayah Donbas Ukraina, telah menjadi perang yang paling intens, menelan ribuan nyawa di kedua sisi dalam perang kota berdarah selama berbulan-bulan.

Terlepas dari klaim penarikan Prigozhin, militer Ukraina belum melihat tanda-tanda penarikan pasukan Wagner dari Bakhmut dalam waktu dekat, kata Perwakilan Intelijen Militer Ukraina Andriy Chernyak kepada kantor berita RBK-Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-434: Cegah Diserang Balik, Rusia Gandakan Produksi Rudal

Militer Ukraina juga membantah klaim Prigozhin bahwa pasukan Rusia di Bakhmut kekurangan amunisi.

“Hari ini saja, 520 peluru ditembakkan dari berbagai jenis artileri di Bakhmut dan daerah sekitarnya,” kata Juru Bicara Militer Ukraina Serhii Cherevatyi.

Dia mengatakan Prigozhin mencoba menjelaskan kematian pasukannya, yang berjumlah lebih dari 100 per hari, karena kekurangan amunisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved