Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-436: AS Bantah Terlibat dalam Serangan Drone di Istana Kremlin
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-436, Jumat (5/5/2023): Amerika Serikat menepis tudingan bahwa mereka menjadi otak dalam serangan drone Kremlin.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/John-Kirby.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Amerika Serikat menyangkal keterlibatannya dalam serangan drone atau pesawat tak berawak, yang dituding adalah milik Ukraina, ke Istana Kremlin di Ibu Kota Rusia, Moskow.
Sebagaimana diketahui, Moskow menuding Ukraina meluncurkan serangan drone ke Istana Kremlin untuk mencoba membunuh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tak hanya itu, Rusia juga menuduh AS turut terlibat dalam serangan drone diduga milik Ukraina itu di Kremlin.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Jumat (5/5/2023) atau hari ke-436 perang Ukraina, AS telah menepis klaim Rusia yang “menggelikan” bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak terhadap Kremlin.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-435: Kota Kherson Kembali Digempur, 21 Orang Tewas
Serangan drone di Istana Kremlin pada Rabu (3/5/2023) itu merupakan sebuah insiden yang berisiko mengobarkan ketegangan internasional.
Juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby pada Kamis (4/5/2023) membantah keterlibatan AS dalam serangan tersebut, yang menurut Rusia menargetkan Putin.
Kirby menegaskan bahwa AS bahkan tidak mengetahui detail dari apa yang terjadi.
“Jelas itu klaim yang menggelikan. Amerika Serikat tidak ada hubungannya dengan ini,” kata Kirby kepada CNN.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-434: Cegah Diserang Balik, Rusia Gandakan Produksi Rudal
"Kami bahkan tidak tahu persis apa yang terjadi di sini, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa Amerika Serikat tidak memiliki peran apa pun di dalamnya." lanjutnya.
Sebelumnya pada hari Kamis, Jubir Kremlin Dmitry Peskov mengatakan AS, sekutu utama Ukraina, "tidak diragukan lagi" berada di balik serangan itu.
“Kami tahu betul bahwa keputusan tentang tindakan semacam itu, tentang serangan teroris semacam itu, tidak dibuat di Kyiv tetapi di Washington,” sebut Peskov.
Dalam wawancara terpisah dengan MSNBC pada hari Kamis, Kirby mengatakan Peskov berbohong, "murni dan sederhana".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-433: AS Sebut 20.000 Tentara Rusia Tewas dalam 5 Bulan
Rusia mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menembak jatuh dua drone yang ditujukan ke Kremlin sebelum mereka mencapai kediaman resmi Putin.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga membantah keterlibatan negaranya dalam serangan itu.
Zelensky menyatakan bahwa warga Ukraina memerangi pasukan Rusia di wilayah Ukraina dan akan menyerahkan nasib Putin ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC/International Criminal Court) atas dugaan kejahatan perang.
Pejabat AS dan Ukraina telah menyuarakan skeptisisme tentang serangan itu, dengan Zelensky mengatakan bahwa Putin sedang mencari cara untuk memotivasi Rusia untuk terus berperang di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-390: ICC Butuh Uang Tambahan setelah Perintahkan Putin Ditangkap
"Saya akan mengeluarkan apa pun dari Kremlin dengan pengocok garam yang sangat besar," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu setelah laporan serangan itu.
Ditanya apakah AS, sumber utama bantuan militer ke Ukraina, akan mendukung serangan Ukraina di dalam Rusia, Blinken menekankan bahwa Washington tidak mendikte Kyiv bagaimana melakukan upaya perangnya.
"Kami menyerahkannya kepada Ukraina untuk memutuskan bagaimana mempertahankan diri, dan bagaimana mencoba merebut kembali wilayah yang telah direbut darinya," ujar Blinken.
Namun Kirby menyarankan pada hari Kamis bahwa AS menginginkan pertempuran terbatas pada medan perang di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-430: Diserang Drone, Tangki Bahan Bakar di Krimea Dilalap Api
"Kami sudah jelas dengan mereka secara terbuka, kami sudah jelas secara pribadi, bahwa kami tidak mendorong atau mengizinkan mereka untuk menyerang di luar Ukraina," ucapnya.
Upaya perang Rusia di Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022, kini terperosok oleh kemunduran militer, karena kekuatan Barat meningkatkan dukungan keuangan dan militer ke Kyiv.
Pada hari Kamis, Kirby mengatakan AS "berkomitmen" untuk melanjutkan bantuannya ke Ukraina, mengutip Presiden Joe Biden yang mengatakan bahwa dukungan Washington akan berlanjut "selama diperlukan".
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)