Selasa, 3 Maret 2026

Arti Kata

Mengenal Apa Itu Arcturus, Varian Baru Covid-19 yang Terdeteksi di Indonesia Jelang Lebaran

Jelang Lebaran 2023 masyarakat Indonesia dibuat khawatir dengan kemunculan varian baru Covid-19 yakni Arcturus atau XBB 1.16 yang berasal dari India.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Mengenal Apa Itu Arcturus, Varian Baru Covid-19 yang Terdeteksi di Indonesia Jelang Lebaran
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
DOC -- Pemeriksaan Covid-19. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H/Lebaran 2023 masyarakat Indonesia dibuat cemas dengan kemunculan varian baru Covid-19 yakni Arcturus atau XBB 1.16 yang berasal dari India. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Hari Raya Idul Fitri 2023 atau Lebaran 1444 H sebentar lagi akan dirayakan masyarakat muslim dunia termasuk di Indonesia.

Namun menjelang perayaan Lebaran, kasus positif Covid-19 kembali meningkat di beberapa wilayah menyusul munculnya varian baru Arcturus yang kini telah terdeteksi di Indonesia.

Apa Itu Arcturus Covid-19?

Dilansir TribunGorontalo.com dari Prevention, Varian Arcturus atau XBB 1.16 adalah subvarian Covid-19 dari Omicron dan bagian dari kelas baru subvarian XBB.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Kraken, Subvarian Covid-19 Baru yang Disebut WHO Jadi Varian Paling Menular

Varian Arcturus menyebar dengan cepat di India dan negara lainnya.

Menurut WHO, XBB.1.16 merupakan rekombinan dari BA 2.10.1 dan BA 2.75 dan berbagi mutasi dengan XBB 1.5.

Mutasi varian baru ini telah dikaitkan dengan tanda-tanda peningkatan penularan dan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Pada 27 Maret, urutan XBB.1.16 telah dilaporkan dari 21 negara.

Tetapi, sejauh ini laporan tidak menunjukkan peningkatan rawat inap, masuk ICU, atau kematian akibat XBB 1.16.

Baca juga: Apa Itu Omicron XBB? Subvarian Baru Covid-19 yang Sudah Masuk ke Indonesia, Disertai Gejala Pasien

Seberapa menular Arcturus?

Tampaknya, karena mutasinya pada protein lonjakan, varian Arcturus lebih menular dan menyebabkan beberapa penyebarannya di India, kata Dr. Willaim Schaffner, M.D., spesialis penyakit menular dan profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt.

Tetapi, “Tampaknya tidak menimbulkan penyakit yang lebih parah, jadi untuk saat ini merupakan varian minat dan bukan varian kekhawatiran,” jelasnya.

Varian ini juga kemungkinan lebih mampu menghindari kekebalan sebelumnya dari infeksi sebelumnya, (sekali lagi, karena menunjukkan mutasi pada protein lonjakan) menjadikannya lebih menular daripada varian sebelumnya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu AWCorna, Vaksin Covid-19 Produksi dalam Negeri yang Diprioritaskan Penggunaannya

Gejala Arcturus

Terdapat tren yang lebih tinggi dari gejala XBB 1.16 atau Arcturus berikut ini antara lain:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved