Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-418: Bakhmut Jadi Titik Pertempuran Mematikan dan Terpanjang

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-418, Senin (17/4/2023): Kota Bakhmut di Oblast Donetsk jadi titik pertempuran paling mematikan dan terpanjang.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin (jaket padding hitam) di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat pada 20 Oktober 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-418 pada Senin, 17 April 2023: Kota Bakhmut di Oblast Donetsk menjadi titik pertempuran paling mematikan sekaligus terpanjang. 

Korban sebelumnya melaporkan sembilan tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang diselamatkan dari puing-puing tetapi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 21 luka-luka.

Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska mengirimkan belasungkawa kepada keluarga anak tersebut selama "kesedihan yang tak terlukiskan" ini.

Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam Rusia karena "menembaki secara brutal" bangunan tempat tinggal dan "membunuh orang di siang bolong".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-412: India Diminta Bantu Akhiri Invasi Putin, Begini Sebabnya

Para pejabat Ukraina mengatakan tim penyelamat di Sloviansk terus mencari 5 orang yang tersisa di reruntuhan gedung apartemen, serta penghuni tiga unit yang dilaporkan hilang.

Di sisi lain, angkatan udara Ukraina mengatakan negara itu akan segera memiliki senjata yang dapat digunakan untuk mencegah serangan seperti yang terjadi pada hari Jumat.

Pengiriman sistem pertahanan udara Patriot yang dijanjikan oleh Amerika Serikat diharapkan tiba di Ukraina beberapa saat setelah Paskah, kata Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-411: Pasukan Putin Tingkatkan Serangan di Dua Kota Kunci

Negara yang sebagian besar beragama Kristen Ortodoks itu sedang bersiap untuk merayakan Paskah pada Minggu (16/4/2023).

Berbicara di TV negara Ukraina, Ihnat menolak untuk memberikan waktu yang tepat untuk kedatangan sistem rudal pertahanan tersebut, namun mengatakan bahwa masyarakat akan tahu "segera setelah pesawat Rusia pertama ditembak jatuh".

Jerman dan Belanda juga telah berjanji untuk menyediakan sistem Patriot masing-masing ke Ukraina.

Selain itu, sistem antimisil SAMP/T yang dijanjikan oleh Prancis dan Italia “harus memasuki Ukraina dalam waktu dekat”, menurut Ihnat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu SAMP/T-MAMBA, Pencegat Rudal Balistik yang Bakal Dikirm Prancis dan Italia ke Kyiv

Adapun di bidang diplomatik, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS harus menghentikan "mendorong perang" di Ukraina, saat ia menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke China.

Lula juga mendesak Uni Eropa untuk "mulai berbicara tentang perdamaian".

Zelensky mengatakan dia tidak akan bernegosiasi dengan Moskow selama Presiden Rusia Vladimir Putin berkuasa, dan pada hari Sabtu, dia menegaskan kembali keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO sesegera mungkin.

Baca juga: Rusia Peringatkan NATO agar Tak Kirim Senjata AS Patriot ke Ukraina, Apa Itu Patriot?

Kyiv akan membutuhkan jaminan keamanan yang efektif sebelum itu terjadi, katanya, namun tidak memberikan perincian.

Rusia telah mengatakan bulan ini bahwa mereka menginginkan setiap pembicaraan damai di Ukraina untuk fokus pada menciptakan "tatanan dunia baru".

Rusia telah lama mengatakan pihaknya memimpin perjuangan melawan dominasi AS di panggung internasional dan berpendapat serangan Ukraina adalah bagian dari perjuangan itu.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved