Sabtu, 7 Maret 2026

Sempat Ditahan Polisi, Donald Trump: Amerika Akan Masuk Neraka

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan masuk neraka. Dunia sudah menertawakan AS, karena perbatasan terbuka.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Sempat Ditahan Polisi, Donald Trump: Amerika Akan Masuk Neraka
Kolase TribunGorontalo.com
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengatakan AS akan masuk neraka. Dunia sudah menertawakan AS, karena perbatasan terbuka dan penarikan pasukan dari Afghanistan. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan masuk neraka. Dunia sudah menertawakan AS, karena perbatasan terbuka dan penarikan pasukan dari Afghanistan.

Trump buka suara pasca didakwa di pengadilan terkait kasus 'uang tutup mulut' senilai 130.000 dolar AS (sekitar Rp 1,9 miliar) ke aktris dewasa Stormy Daniels.

Pada Selasa (4/4/2023), ia sempat ditahan sebentar oleh polisi New York, sebelum menuju ruang persidangan oleh polisi setempat.

Trump muncul di tengah kerumunan pendukungnya diiringi lagu "Proud to be an American" malam waktu setempat. Pendukungnya meneriakkan "USA" saat Trump menuju ke arah mikrofon.

CNN Internasional dikutip dari CNBC Indonesia, pria 76 tahun ini mengatakan tidak pernah mengira hal tersebut bisa terjadi di Amerika.

Dia tak lagi ditahan namun tetap harus mengikuti persidangan selanjutnya.

"Satu-satunya kejahatan yang saya lakukan adalah membela negara kita tanpa rasa takut dari mereka yang berusaha menghancurkannya," kata Trump selama konferensi pers dari kediamannya Mar-A-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, setelah kembali dari New York.

Dalam pidatonya, Trump juga menyebutkan negaranya akan masuk neraka. Ini pun kemudian disambut tepuk tangan penonton yang mayoritas pendukungnya.

050423-trump3
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di kantor polisi New York, AS. Dia mengatakan AS akan masuk neraka. Dunia sudah menertawakan AS, karena perbatasan terbuka dan penarikan pasukan dari Afghanistan.

"Kita hidup melalui masa-masa tergelap dalam sejarah Amerika, saya dapat mengatakan bahwa setidaknya untuk saat ini, saya sangat bersemangat," ujarnya.

Sesaat sebelum persidangan, Trump memalingkan kepalanya ke arah fotografer saat ia duduk di meja pembela di ruang sidang Manhattan tengah dengan wajah tegang dan bahu tertunduk, di depannya hakim duduk menjalankan persidangan.

"Dalam posisi tidak bersalah," kata Donald Trump dengan suara tegas dalam penampilan bersejarah di hadapan hakim pada hari Selasa, di pengadilan New York.

Seperti yang dilaporkan oleh Associated Press, Rabu, (5/4/2023), Trump menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang didakwa dengan kejahatan, baik sebagai mantan maupun saat menjabat.

Dikutip dari KompasTV, jaksa penuntut menyatakan dalam dakwaan pidana sebanyak 34 pasal bahwa Trump bersekongkol untuk mempengaruhi secara ilegal pemilihan presiden 2016 melalui pembayaran uang damai atau uang tutup mulut kepada dua perempuan, termasuk seorang pelakon film panas, yang mengaku telah melakukan hubungan seks dengannya.

Selain itu, dokumen dakwaan mengatakan ada pembayaran uang kepada seorang penjaga pintu yang mengklaim memiliki cerita tentang seorang anak di luar nikah yang diduga ayahnya adalah Trump.

Argumen di ruang sidang Manhattan adalah tontonan yang menakjubkan - dan merendahkan - bagi mantan presiden pertama yang pernah menghadapi tuntutan pidana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved