Indonesia Kehilangan Rp 100 Triliun Karena Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan kerugian Indonesia karena batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu kepada TribunNews.c
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/342023_pembatalan-Piala-U-20.jpg)
PSI mengamini pernyataan Menparekraf, “Sangat masuk akal sih, mulai dari biaya renovasi seluruh stadion yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U20 yang katanya senilai lebih dari Rp 500 miliar. Lalu proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara yang diperkirakan bakal lebih dari 50.000 orang,” kata Andre menambahkan.
Proyeksi pendapatan yang bakal diraup diperkirakan mencapai 2 juta orang pada setiap pertandingan. Menghitung hak siar, sponsor dan merchandise, dan lain-lain. Belum lagi hotel-hotel di sekitar venue yang sudah dipesan kamarnya. Jadi Rp 3,7 triliun itu jumlah minimal.
Belum lagi menghitung kerugian immateriil, selain kerugian bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi, hal ini juga memupuskan mimpi besar para punggawa Garuda Muda.
Batalnya perhelatan yang sudah lama direncanakan dan melibatkan semua kepala daerah terkait gegara dicampur adukkan urusan politik dengan olahraga secara gegabah.
“Mestinya sejak awal tak usah mengajukan diri jadi tuan rumah. Sekarang kan urusannya jadi runyam, kerugian jelas di depan mata. Kerugian ekonomisnya jelas ada, apalagi kerugian reputasi bangsa, duh malu-maluin aja, sudahlah ini pelajaran pahit bangsa kita,” kata Andre Vincent Wenas menutup pembicaraan.
Pengumuman FIFA
Sebelumnya diberitakan, FIFA secara resmi telah mencoret Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U20.
"Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023," tulis FIFA dalam laman resminya.
FIFA saat ini belum memutuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada Indonesia. Potensi sanksi terhadap PSSI nantinya akan diputuskan pada tahap selanjutnya.
Tuan rumah pengganti saat ini juga belum ditunjuk. FIFA akan mengumumkannya sesegera mungkin.
Namun, nama-nama seperti Argentina, Qatar, dan Peru santer diberitakan akan menggantikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.
Indonesia ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 3,7 triliun, akibat batalnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.
Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dikutip dari unggahan akun Instagramnya @sandiuno, Jumat (31/3/2023)
Total kerugian tersebut mengacu pada perhitungan target pendapatan berbasis jumlah penonton yang diperkirakan mencapai 2,3 juta orang.
"Target pendapatan berbasis jumlah penonton yang sekitar 2,3 juta dalam pertandingan-pertandingan yang sudah disusun di enam kota itu, minimal dampaknya itu mencapai 3,7 triliun dan ini kerugian yang sangat besar," ujar Sandiaga Uno.