Selasa, 10 Maret 2026

Indonesia Kehilangan Rp 100 Triliun Karena Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan kerugian Indonesia karena batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu kepada TribunNews.c

Tayang:
zoom-inlihat foto Indonesia Kehilangan Rp 100 Triliun Karena Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
TribunGorontalo.com
Wajah Erick Thohir saat mengumumkan pembatalan Piala Dunia U-20. Kerugian berbagai sektor sudah pasti terjadi karena ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Indonesia disebut kehilangan potensi pendapatan lebih dari Rp 100 triliun hanya karena batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan kerugian Indonesia karena batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu kepada TribunNews.com, dikutip Senin (3/4/2023). 

Ia menghitung potensi itu melihat dari penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Korea pada 2017. Saat itu kata dia, Korea meraup keuntungan hingga melebihi Rp 50 trilun. 

Berbeda dengan Indonesia kata dia, potensi kerugian bahkan lebih tinggi. Ia tak menjelaskan secara rinci. Namun potensi kerugian bisa mencapai Rp 100 triliun. 

"Bisa puluhan triliunan rupiah. Dampak ekonomi secara lebih luas bahkan bisa di atas Rp 100 triliun," ujarnya, Minggu (2/4/2023).

Sebetulnya kata Mohammad Faisal, tidak cuma dunia olahraga saja yang terdampak, tetapi banyak sektor. 

Ia merinci misalnya sektor yang paling terdampak adalah pariwisata. Kemudian sektor bisnis makanan, minuman, restoran, akomodasi, hingga pakaian dan aksesoris. Juga ada sektor transportasi. 

"Akan ada perbedaan pendapatan pelaku usaha tersebut antara ada event (Piala Dunia U-20) dan tidak ada event tersebut," ungkap Faisal.

Kendati demikian, kata dia, pembatalan Piala Dunia U-20 ini tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi tetapi juga pada aspek politik.

Terlebih, saat ini sudah memasuki masa menjelang tahun politik sehingga stabilitas sosial politik perlu dijaga.

Untuk itu, meski Indonesia kehilangan triliunan rupiah akibat pembatalan Piala Dunia U-20, namun akan berisiko tinggi apabila acara ini tetap diselenggarakan di Indonesia.

"Jika terjadi gejolak di masyarakat akibat kedatangan delegasi Israel sangat mungkin potensi kerugian akan lebih besar daripada potential benefit ekonomi yang diperoleh," tuturnya.

Piala Dunia U20 membawa dampak kerugian material dan non-material bagi Indonesia yang seyogianya jadi tuan rumah.

“Indonesia sendiri yang minta, bahkan bersaing dengan beberapa kandidat negara lain yang juga mau jadi tuan rumah. Kontestasi itu sudah lama, bukan ujug-ujug, jadi kelihatan sekali bodohnya sampai dibatalkan. Tapi sekarang nasi sudah jadi bubur, kebodohan ini hendaknya bisa jadi pelajaran bagi generasi mendatang. Jangan diulangi lagi!” ujar Andre Vincent Wenas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, dalam keterangannya, Minggu, 2 April 2023.

Bahkan Menparekraf Sandiaga Uno menaksir kerugian akibat pembatalan itu katanya sekitar Rp 3,7 triliun.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved