Politisi PKS Gorontalo Abdurrahman Bahmid Ikut Tolak Kedatangan Israel ke Indonesia
Dalam akun instagramnya yang diikuti 3 ribu pengguna itu, Ustaz Bahmid memposting poster yang dibuat oleh Aqsa Working Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdurrahman-Abubakar-Bahmid.jpg)
Sebetulnya, sejak lolos Piala Dunia U20 pada Juni 2022 lalu, sejumlah pihak di Indonesia sudah menyuarakan penolakan.
Israel berhasil lolos ke Piala Dunia U20 2023 setelah mereka menjadi runner up Grup B Piala Eropa U19 2022, menyusul kekalahan 3-2 Serbia dari Austria.
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia jadi salah satu kelompok yang sangat tegas menolak kedatangan timnas Israel.
Secara terbuka mereka menyampaikan penolakan tersebut sebagai respons atas izin yang diberikan Kementerian Olahraga kepada tim nasional Israel untuk berlaga di Piala Dunia U20.
Sesuai rencana, nantinya 24 peserta Piala Dunia U20 2023 akan bertanding di enam kota yang tersebar di tiga pulau.
Lokasi itu yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.
Penolakan kedatangan Israel semakin masif terlebih ketika Gubernur Bali I Wayan Koster mengirimkan surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada 14 Maret yang berisi penolakan keikutsertaan tim nasional Israel di Piala Dunia U20 2023.
Dikutip dari Kompas TV, dalam surat bernomor kop T.00.426/11470/SEKRET, politisi PDI-P itu memohon kepada Menpora untuk melarang Israel bertanding di Piala Dunia U20 2023.
Wayan Koster berpendapat bahwa kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik yang dianut Pemerintah Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. (*)