Selasa, 31 Maret 2026

Banjir Kabupaten Gorontalo

Curhat Korban Banjir Kabupaten Gorontalo: Sahur Makan Nasi Saja, Ikan Dibawa Banjir

Menurutnya peristiwa terjadi begitu cepat. Menjelang buka puasa, ia mengaku mendengar suara teriakan warga mengenai banjir.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Curhat Korban Banjir Kabupaten Gorontalo: Sahur Makan Nasi Saja, Ikan Dibawa Banjir
TribunGorontalo.com
Seorang ibu rumah tangga, korban banjir Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Tangis Halimah Igirisa, warga Lingkungan IV Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto pecah saat mengenang detik-detik banjir memasuki rumahnya.

Menurutnya peristiwa terjadi begitu cepat. Menjelang buka puasa, ia mengaku mendengar suara teriakan warga mengenai banjir.

"Saya itu dengar orang teriak banjir. Saya kira cuma ba akal," jelas Halimah kepada awak media, Senin (27/3/2023) siang.

Wajah berlinang air mata, wanita paruh baya ini menceritakan bagaimana air mulai memasuki rumahnya. 

Halimah pun mengaku panik karena di rumahnya ada anak kecil. Ia dan keluarnya langsung menyelamatkan diri.

Baca juga: 4 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo Diterjang Banjir, 2.184 Jiwa Terdampak

Derasnya banjir membuat mereka tak lagi memikirkan barang-barang berharga.

"Pokoknya banyak barang rusak, pak. Saya punya KTP, BPJS tidak tahu lagi," ujarnya.

Ia pun tak muluk-muluk mengharapkan bantuan banyak dari pemerintah.

"Saya tidak minta apa-apa. Tolong bantu bersihkan rumah," pintanya dengan suara lirih. 

Sebagaimana diketahui, Kelurahan Hunggaluwa merupakan wilayah terdampak banjir paling parah.

Sekira 470 jiwa harus dievakuasi dari rumah mereka.

Secara keseluruhan, terdapat 4 kecamatan di Kabupaten Gorontalo terdampak banjir.

Jebolnya tanggul sungai disinyalir  penyebab utama genangan air di rumah warga mencapai 50 centimeter dari permukaan tanah.

Menurut penuturan warga sekitar bantaran sungai, tanggul tersebut sudah jebol sejak September 2022 lalu.

Curah hujan tinggi pun berhasil merusak tumpukan karung pasir dan kerikil yang digunakan untuk menutupi tanggul jebol.

"Sejak kami pindah di sini, nanti kali ini banjir begini," tutur Sairah Tamimu saat ditemui awak media di kediamannya.

Wanita yang sudah menjanda ini mengatakan belum sempat mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

"Torang makan nasi sasaja. Depe ikan banjir so bawa," ucapnya.

Ia pun meminta pemerintah bisa segera memperbaiki tanggul dan rumahnya.

"Kalau tidak, air somo bawa torang punya rumah kasian," jelas dia. 

Marzan Yusuf dari BPBD Kabupaten Gorontalo menyatakan, pihak Balai Sungai baru saja mengecek kondisi tanggul tersebut.

"Tentunya harus dipelajari dan tidak bisa sekarang-sekarang langsung bisa diperbaiki," akunya kepada awak media di lokasi kejadian.

Hingga kini pihak BPBD, Damkar, Satpol-PP hingga pemerintah setempat masih bahu membahu membersihkan rumah warga.

Beragam perabot dan peralatan rumah tangga diletakkan di depan rumah. 

Sementara warga lainnya turut membantu menyedot genangan air menggunakan pompa alkon. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved