Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-387: PBB Merinci Beragam Kejahatan Perang Pasukan Putin
Kodisi terkini invasi, Jumat (17/3/2023): PBB merinci beragam kejahatan perang Rusia di Ukraina, hingga Polandia kirim pesawat MIG-29 ke Kyiv.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dnipro-14-jan-2023.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Jumat (17/3/2023) terhitung telah berlangsung 387 hari lamanya.
Kabar terbaru dalam invasi adalah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merinci berbagai macam kejahatan perang Rusia, hingga Polandia kirim pesawat MIG-29 ke Ukraina.
Invasi ini dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-386: Moskow Bakal Kumpulkan Puing-puing Drone AS yang Jatuh
Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga itu, hingga kini masih terus berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir.
Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-387 perang Rusia vs Ukraina:
- Polandia akan mengirim 4 unit pesawat militer MiG-29 ke Ukraina.
Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan Warsawa akan menyerahkan 4 jet tempur buatan Soviet dalam beberapa hari mendatang dan “sisanya sedang dipersiapkan, diservis”.
Pengumumannya akan membuat Polandia menjadi negara pertama yang mengirimkan jet tempur ke Ukraina, menandai langkah signifikan dalam dukungan militer untuk Kyiv.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-385: Drone AS Dijatuhkan setelah Tabrak Jet Tempur Rusia
- Keputusan Polandia untuk memberikan jet tempur MiG-29 kepada Ukraina adalah “keputusan berdaulat”, kata Gedung Putih, dan tidak akan mendorong Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memasok pesawat F-16 Amerika ke Kyiv.
Sebelumnya, Biden mengatakan AS tidak akan menyediakan jet tempur F-16 yang dicari Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.
Juru Bicara Gedung Putih AS John Kirby mengatakan pada Kamis (16/3/2023) bahwa pengumuman Presiden Duda "tidak mengubah perhitungan kami sehubungan dengan F-16".
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-16, Jet Tempur AS yang Enggan Dikirim Biden untuk Ukraina di Tengah Perang Rusia
- Rusia telah melakukan berbagai macam kejahatan perang di Ukraina termasuk pembunuhan yang disengaja, penyiksaan sistematis dan deportasi anak-anak, menurut sebuah laporan dari penyelidikan yang didukung PBB yang diterbitkan pada hari Kamis.
Laporan oleh Komisi Penyelidikan Internasional Independen tentang Ukraina dirilis setahun setelah pengeboman teater oleh Rusia di Kota Mariupol di tenggara Ukraina yang menewaskan ratusan orang.
Pemimpinnya mengatakan tim mengikuti bukti dan bahwa ada "beberapa aspek yang dapat menimbulkan pertanyaan" tentang kemungkinan genosida. Rusia menolak laporan itu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-384: Xi Jinping Bakal Temui Putin dan Hubungi Zelensky
- Pentagon merilis sebuah video yang menunjukkan saat-saat sebelum pesawat tempur Rusia menabrak drone Reaper AS setelah menyemprotnya dengan bahan bakar jet pada Selasa (14/3/2023) pagi di atas Laut Hitam.
Rekaman yang dideklasifikasi menunjukkan jet tempur Su-27 Flanker membuat dua lintasan yang sangat dekat dari drone yang tidak berawak, menyemprotkan bahan bakar di depannya, sebuah taktik pelecehan yang menurut para ahli AS belum pernah terlihat sebelumnya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Sukhoi Su-27, Jet Tempur Rusia yang Disebut AS Tabrakan dengan Drone Pengintainya
- Kremlin mengatakan keputusan apakah akan mengambil Drone MQ-9 Reaper AS yang jatuh dari Laut Hitam akan datang dari militer Rusia.
"Jika mereka menganggap perlu melakukan itu di Laut Hitam untuk kepentingan kita dan untuk keamanan kita, mereka akan menanganinya," kata Jubir Kremlin Dmitry Peskov, Kamis.
Baca juga: Mengenal Apa Itu MQ-9 Reaper, Drone AS yang Dijatuhkan setelah Tabrakan dengan Jet Tempur Rusia
- Denis Pushilin, pemimpin Rusia di Donetsk, Ukraina, yang diduduki, mengatakan kepada kantor berita milik negara Tass bahwa dia tidak melihat tanda-tanda Ukraina menarik diri dari Bakhmut.
"Di Bakhmut, situasinya tetap rumit, sulit - yaitu, kami tidak melihat bahwa ada prasyarat di sana bahwa musuh akan menarik unit begitu saja." ujar Pushilin yang dikutip pada hari Kamis.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-383: Pasukan Khusus Kembali Hancurkan Menara Observasi Rusia
- Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa dia dan diplomat senior China Qin Gang telah membahas "pentingnya prinsip integritas teritorial" selama panggilan telepon hari ini.
“Saya menggarisbawahi pentingnya formula perdamaian (Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky) untuk mengakhiri agresi dan memulihkan perdamaian yang adil di Ukraina,” tulis Kuleba di Twitter.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-381: Kyiv Putuskan untuk Lanjut Perjuangkan Kota Bakhmut
- Qin mengatakan kepada Kuleba bahwa China “berharap semua pihak akan tetap tenang, rasional dan menahan diri, dan melanjutkan pembicaraan damai secepat mungkin”, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
- Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Putin di Ibu Kota Rusia, Moskow paling cepat minggu depan, dan kemudian mengadakan pertemuan virtual dengan Zelensky.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-380: Rentetan Serangan Rudal Pasukan Putin Tewaskan 9 Warga
- Pihak berwenang Polandia mengatakan mereka telah menahan 9 anggota jaringan mata-mata Rusia yang mereka katakan sedang mengumpulkan intelijen tentang pasokan senjata ke Ukraina dan membuat rencana untuk menyabotase pengiriman.
Sejumlah 6 orang diantaranya telah didakwa mempersiapkan tindakan sabotase dan spionase, dan dakwaan sedang disiapkan terhadap 3 orang lainnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-379: NATO Sebut Kota Bakhmut Bakal Jatuh Beberapa Hari Lagi
- PBB menyerukan pembaruan 120 hari dari kesepakatan yang memungkinkan ekspor aman pengiriman biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina sebelum tenggat waktu akhir pekan ini.
Menanggapi pernyataan Jubir PBB Stephane Dujarric, Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova menyebut kesepakatan itu "diperpanjang selama 60 hari".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-378: Berita AS Tunjukkan Kelompok Pro-Kyiv Serang Nord Stream
- Putin telah memberi tahu miliarder terkemuka negaranya bahwa Rusia sedang menghadapi "perang sanksi".
Dalam pidatonya kepada elit bisnis Rusia, Putin mendesak mereka untuk berinvestasi dalam teknologi baru, fasilitas produksi, dan perusahaan untuk membantu Rusia mengatasi apa yang dikatakannya sebagai upaya Barat untuk menghancurkan ekonominya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-377: Komitmen Zelensky Pertahankan Kota Bakhmut yang Dikepung
- Setidaknya 1 orang tewas dan 2 korban terluka dalam ledakan dan kebakaran di sebuah gedung milik Dinas Keamanan FSB Rusia di selatan Kota Rostov-on-Don, menurut pejabat yang dikutip oleh kantor berita Rusia.
Rekaman video menunjukkan asap hitam tebal mengepul ke udara di dekat bangunan tempat tinggal dan pusat perbelanjaan di Rostov, Ibu Kota wilayah yang berbatasan dengan bagian timur Ukraina di mana pertempuran dengan Rusia berkecamuk.
- Tentara Ukraina menjatuhkan drone buatan China di dekat Kota Sloviansk di timur Ukraina.
Kendaraan udara tak berawak itu diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Rusia pada Kamis malam, sebelum ditembak jatuh dari ketinggian rendah oleh pasukan Ukraina pada Jumat dini hari.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)