Burung Maleo Diadopsi di Logo Utama ASEAN Indonesia 2023, Ini Maknanya
Ada alasan dasar burung Maleo diadopsi dalam logo utama ASEAN Indonesia 2023. Keterangan itu dimuat di laman ekon.go.id, Rabu (15/3/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1532023_burung-maleo_001.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Potret burung Maleo diadopsi di logo utama ASEAN Indonesia 2023.
Ada alasan dasar burung Maleo diadopsi dalam logo utama ASEAN Indonesia 2023. Keterangan itu dimuat di laman ekon.go.id, Rabu (15/3/2023).
Burung Maleo dimasukan dalam logo utama ASEAN Indonesia 2023 karena dianggap sebagai representasi kekayaan hayati Nusantara.
Burung Maleo juga sebagai identitas Indonesia. Sebagai simbol sentralisasi terpusat, dan penghubung antar ujung.
Selain burung Maleo, ada pula elemen langit. Sebagai simbol yang merangkul bola dunia. Diartikan negara dalam kawasan pada khususnya. Melindungi dan mengayomi.
Baca juga: Burung Maleo hingga Pahangga Jadi Motif Desain Karawo Agus Lahinta di IFW 2023
Lalu elemen Pegunungan dan Lautan sebagai simbolisasi arah pertumbuhan yang optimis, membawa keseluruhan ASEAN bertumbuh ke arah yang lebih baik.
Sedangkan lautan secara konseptual, merupakan penghubung dan pemersatu.
Apa itu burung Maleo?
Maleo Senkawor atau Maleo bernama ilmiah Macrocephalon maleo. Panjang burung ini sekitar 55 cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon.
Hal unik dari Maleo adalah, anakan yang sudah bisa terbang meski baru menetas dari telur.
Hal lainnya adalah ukuran burung maleo yang besar. Kira-kira sekitar keliling 11 cm, dengan berat 240 gram hingga 270 gram.
Sayangnya, burung Maleo kini terancam punah karena habitatnya yang mulai menyempit. Juga karena perburuan telurnya yang kian masif.
Ciri burung Maleo
Memiliki bulu hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga, dan bulu sisi bawah berwarna merah muda keputihan.
Lalu, di bagian kepala burung Maleo terdapat jambul keras berwarna hitam.
Tentang ASEAN Indonesia 2023
Sebelumnya dilansir dari laman resmi Menpan RB, acara Kick Off Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia pada hari Minggu (29/1/2023) lalu.
Presiden Joko Widodo menyampaikan optimisme ASEAN akan tetap relevan, menciptakan Indo Pasifik yang damai dan stabil, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Serah terima Keketuaan ASEAN dari Kamboja ke Indonesia telah dilakukan pada KTT ASEAN ke-42 di Phnom Penh bulan November 2022 lalu.
Periode Keketuaan Indonesia di ASEAN sendiri dimulai sejak 1 Januari 2023 dan akan berlangsung selama setahun sampai dengan 31 Desember 2023.
Baca juga: Terungkap dalam Simposium Nasional, Ini 8 Ancaman yang Dihadapi Burung Maleo
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN dan negara terbesar di ASEAN, banyak pihak menyandarkan harapan pada Indonesia untuk dapat melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam menghadapi berbagai permasalahan dunia yang juga dihadapi kawasan.
Melalui tema Keketuaan ASEAN yaitu: “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth", Indonesia bertekad mengarahkan kerja sama ASEAN tahun 2023 untuk melanjutkan dan memperkuat relevansi ASEAN dalam merespon tantangan kawasan dan global, serta memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan, untuk kemakmuran rakyat ASEAN.
Kick-off terselenggara jelang rangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN pada tanggal 3-4 Februari 2023, yang akan berlangsung di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta. (*)