Warga Leato Bangun Masjid Mewah Senilai Rp 2 Miliar Pakai Dana Urunan di Jalan
Namanya Masjid Babusaadah. Dikerjakan sejak 2018 dan hanya tiga tahun rampung, yakni pada tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/232023_masjid-Babusaadah.jpg)
Juru kunci makam Aulia Ta Ilayabe ini mengatakan, saat pertama Masjid Babussa'adah berdiri, wabah covid-19 masih melanda Gorontalo.
Namun, pihaknya sepakat tetap mengadakan salat tarawih berjamaah. Tak ayal, Ismail pun kerap mendapat teguran pemerintah setempat.
"Saya sampai diundang pak wali kota. Tapi saya tetap bertahan (menggelar shalat tarawih berjamaah)," kenangnya.
Berbagai upaya dilakukan, pemerintah akhirnya luluh setelah warga setempat melarang jemaah luar kampung untuk salat di masjid mereka.
"Portal kita sudah pasang. Jadi kalau ada yang datang berkunjung. Hanya boleh menunggu," jelas Ismail.
"Akhirnya mereka mengalah. Kami diizinkan, tapi jika ada suspek, wajib di karantina di masjid. Dan kami setuju asalkan bisa salat," terangnya. (*)