Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-360: AS Klaim Tentara Bayaran Wagner Derita Banyak Kematian

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-360, Sabtu (18/2/2023): AS mengklaim tentara bayaran Wagner menderita lebih dari 30.000 kasus kematian.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Olga MALTSEVA
Foto: Pengunjung mengenakan kamuflase militer berdiri di pintu masuk 'Pusat PMC Wagner' di Saint Petersburg, pada 4 November 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-360 pada Sabtu, 18 Februari 2023 adalah Amerika Serikat mengklaim tentara bayaran Wagner menderita lebih dari 30.000 kasus kematian. 

Jika desa tetangga Verkhivka Berkhivka dan Yahidne juga direbut, pasukan Ukraina di Bakhmut tidak dapat lagi disuplai dari utara, kata para blogger.

Meski demikian, belum ada konfirmasi independen atas klaim kepala Wagner dan laporan malam staf umum Ukraina tidak menyebutkan kemajuan pada hari Jumat.

Untuk diketahui, pertempuran di Bakhmut sendiri telah berkecamuk selama berbulan-bulan.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-338: Sanksi Baru AS Targetkan Perusahaan Tentara Bayaran Wagner

Prigozhin juga menggunakan pengumuman Paraskoviivka untuk menyerang Kemenhan Rusia, dengan mengatakan bahwa gerak maju Wagner telah berhasil meskipun ada "blokade amunisi".

Pertempuran itu, kata Prigozhin telah melelahkan dan berdarah.

Sebelumnya pada hari Jumat, pemerintah Ukraina mendesak semua penduduk Bakhmut untuk mengungsi karena pertempuran sengit diperkirakan akan terus berlanjut.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-322: Tentara Bayaran Wagner Klaim Ambil Alih Kota Soledar

"Jika Anda adalah warga negara yang rasional, taat hukum, dan patriotik, Anda harus segera meninggalkan kota," kata Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk dalam seruan Telegram pada hari Jumat untuk apa yang diyakini sebagai sisa beberapa ribu orang di kota yang babak belur itu.

Menurut pemerintah Ukraina, 5 warga sipil tewas dan 9 korban lainnya cedera akibat serangan roket Grad yang diluncurkan Rusia ke pemukiman Bakhmut pada Kamis (16/2/2023).

Kota yang dulu berpenduduk 70.000 jiwa di wilayah Donetsk itu sekarang memiliki sekitar 6.000 warga sipil, kata Vereshchuk.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Roket Grad yang Diluncurkan Rusia ke Ukraina hingga Tewaskan 5 Orang di Bakhmut

Banyak warga lanjut usia bertahan karena rumah mereka adalah satu-satunya milik mereka dan mereka tidak mau meninggalkan tempat kelahirannya. Beberapa juga bersimpati dengan Rusia.

Sementara itu, dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak Barat untuk mempercepat dukungannya dalam hal pengiriman bantuan senjata militer.

Hal itu disampaikan Zelensky dalam Konferensi Keamanan Munich, Jerman.

Sebagai informasi, Konferensi Keamanan Munich yang digelar selama tiga hari mulai 17-19 Februari 2023 itu, guna membahas situasi keamanan Eropa sejak invasi Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-353: Biden Peringati 1 Tahun Invasi dengan Kunjungi Polandia

Sekitar 40 kepala negara dan pemerintahan, serta politisi dan pakar keamanan dari hampir 100 negara, termasuk AS, Eropa dan Cina, diharapkan menghadiri Konferensi Keamanan Munich.

Dalam Konferensi Keamanan Munich, Zelensky juga mengatakan bahwa Putin akan mendapatkan keuntungan militer kecuali pengiriman senjata segera tiba.

"Kita harus cepat," kata Zelenskiy dalam sebuah video.

“Kami membutuhkan kecepatan, kecepatan kesepakatan kami, kecepatan pengiriman kami, kecepatan keputusan untuk membatasi potensi Rusia.” tegasnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved