Kecelakaan Priscilia 88
Basarnas Gorontalo Bangun Tenda Medis di Pelabuhan, Upaya Penanganan Korban KM Express Priscilia 88
Tenda dibangun di Pelabuhan Gorontalo, dipersiapkan untuk penanganan cepat korban KM Express Priscilia 88.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/142Hendry-Pattiruhu_basarnas-Gorontalo.jpg)
Akhirnya, KM Sabuk Nusantara dikerahkan dari Pelabuhan Gorontalo untuk menarik KM Express Priscilia.
Hari ini, update terbaru pukul 11.47 Wita, dua kapal bergandengan itu berada sekitar 8 NM (nautical miles) atau 14 km dari Pelabuhan Gorontalo.
Diperkirakan 1 jam akan tiba di Pelabuhan Gorontalo. Keluarga para penumpang memadati pelabuhan.
Keluarga Penumpang Khawatir
Rasa khawatir tampak dari wajah Rahmi Domili, ia adalah keluarga dari penumpang KM Express Priscilia 88.Ia khawatir, hingga kini keluarganya yang menumpang di KM Express Priscilia 88, tak bisa dihubungi.
Meski dari tadi malam, Senin (13/2/2023) KM Express Priscilia 88 mengalami mati mesin di Teluk Tomini, namun baru pagi ini, Selasa (14/2/2023) ia menerima kabar tersebut.
"Dua orang kecil kecil jadi cucu (di kapal itu),” kata dia, saat ditemui di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (14/2/2023).
"Sampai sekarang tidak bisa dihubungi, tidak aktif, sudah dari kemarin," ungkap Rahmi lagi dengan mata sembab.
Dua cucunya it satu masih bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK), sementara satunya lagi di sekolah dasar (SD).
Rahmi Domili merupakan satu dari banyak keluarga penumpang KM Express Priscilia 88 yang kini menunggu di Pelabuhan Gorontalo.
Tangisan pecah di Pelabuhan Gorontalo, kala berkali-kali tak bisa menghubungi para keluarganya.
Harapan mereka hanya satu, keluarganya bisa segera tiba di Pelabuhan Gorontalo dengan selamat.
Namun tidak mungkin mengevakuasi, karena ombak setinggi 4 meter. (*)