Minggu, 15 Maret 2026

Kecelakaan Priscilia 88

Basarnas Gorontalo Bangun Tenda Medis di Pelabuhan, Upaya Penanganan Korban KM Express Priscilia 88

Tenda dibangun di Pelabuhan Gorontalo, dipersiapkan untuk penanganan cepat korban KM Express Priscilia 88. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
zoom-inlihat foto Basarnas Gorontalo Bangun Tenda Medis di Pelabuhan, Upaya Penanganan Korban KM Express Priscilia 88
TribunGorontalo.com/AgungPAnto
Kepala Seksi Operasi Basarnas Gorontalo, Hendry Pattiruhu, Selasa (14/2/2023) ditemui di Pelabuhan Gorontalo dalam upaya penanganan kecelakaan KM KM Express Priscilia 88. 

Akhirnya, KM Sabuk Nusantara dikerahkan dari Pelabuhan Gorontalo untuk menarik KM Express Priscilia. 

Hari ini, update terbaru pukul 11.47 Wita, dua kapal bergandengan itu berada sekitar 8 NM (nautical miles) atau 14 km dari Pelabuhan Gorontalo

Diperkirakan 1 jam akan tiba di Pelabuhan Gorontalo. Keluarga para penumpang memadati pelabuhan. 

Keluarga Penumpang Khawatir

Rasa khawatir tampak dari wajah Rahmi Domili, ia adalah keluarga dari penumpang KM Express Priscilia 88.Ia khawatir, hingga kini keluarganya yang menumpang di KM Express Priscilia 88, tak bisa dihubungi. 

Meski dari tadi malam, Senin (13/2/2023) KM Express Priscilia 88 mengalami mati mesin di Teluk Tomini, namun baru pagi ini, Selasa (14/2/2023) ia menerima kabar tersebut. 

"Dua orang kecil kecil jadi cucu (di kapal itu),” kata dia, saat ditemui di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (14/2/2023). 

"Sampai sekarang tidak bisa dihubungi, tidak aktif, sudah dari kemarin," ungkap Rahmi lagi dengan mata sembab. 

Dua cucunya it satu masih bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK), sementara satunya lagi di sekolah dasar (SD). 

Rahmi Domili merupakan satu dari banyak keluarga penumpang KM Express Priscilia 88 yang kini menunggu di Pelabuhan Gorontalo

Tangisan pecah di Pelabuhan Gorontalo, kala berkali-kali tak bisa menghubungi para keluarganya. 

Harapan mereka hanya satu, keluarganya bisa segera tiba di Pelabuhan Gorontalo dengan selamat. 

Namun tidak mungkin mengevakuasi, karena ombak setinggi 4 meter. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved