Pilpres 2024
365 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Prabowo Dekati Khofifah, Intip Kekuatan Massa Nahdliyin
Prabowo Subianto mendekati Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Spekulasi Prabowo mengincar massa nahdliyin untuk Pilpres 2024 kian menguat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/140223-prabowo-NU.jpg)
Survei di bulan Oktober menunjukkan bahwa elektabilitasnya menurun hampir 6 poin dibandingkan bulan Juni.
Penurunan angka tersebut tidak lepas dari adanya kecenderungan pemilih NU yang sebelumnya memilih Prabowo mengalihkan dukungan kepada Anies Baswedan.
Resminya, Anies diusung Partai Nasdem sebagai capres pada 3 Oktober lalu sedikit banyak turut memengaruhi persepsi responden dari kalangan warga NU.
Seperti diketahui elektabilitas Anies di kalangan NU melejit pada bulan Oktober ini di angka 15,1 persen.
Angka tersebut di atas rata-rata tingkat keterpilihan Anies dari tiga survei yang berada di angka 13,2 persen.
Pengamat politik, Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menjelaskan, kemungkinan besar tiga nama yang saat ini elektabilitasnya berada di papan atas tersebut akan menggandeng tokoh NU sebagai cawapres.
Ujang melihat, ada Khofifah Indar Parawansa. Khofifah merupakan sosok berpengaruh di NU.
Dia pernah menjabat sebagai ketua Muslimat NU selama empat periode.
Saat ini Khofifah juga ditunjuk menjadi pengurus PBNU periode 2022-2027.
Selain Khofifah, Ujang juga melihat akan ada nama-nama dari kalangan NU yang nantinya bakal digandeng untuk bertarung di Pilpres 2024.
Namun ia mengingatkan bahwa menggandeng sosok dari NU di Pilpres bukan jaminan mutlak akan menang.
Ujang memprediksi, bahwa kemungkinan besar suara NU akan pecah, tidak hanya kepada satu capres pada 2024 nanti.
Menilik Pilpres 2004, Megawati yang saat itu menjadi capres ternyata kalah, meskipun sudah menggandeng Hasyim Muzadi yang merupakan pemimpin PBNU sebagai cawapres.
(*)