Rabu, 1 April 2026

Arti Kata

Mengenal Apa Itu Topan Gabrielle, Badai Tropis Parah yang Porak-porandakan Selandia Baru

Sekitar 46.000 rumah kehilangan aliran listrik akibat Topan Gabrielle yang menerjang bagian Pulau Utara, Selandia Baru, termasuk Kota Auckland.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Mengenal Apa Itu Topan Gabrielle, Badai Tropis Parah yang Porak-porandakan Selandia Baru
Tribunnews
Ilustrasi fenomena badai tropis. Badai Gabrielle terjang wilayah utara Selandia Baru, termasuk Kota Auckland. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Fenomena badai tropis atau Topan Gabrielle melanda Selandia Baru.

Topan Gabrielle membuat puluhan ribu rumah warga Selandia Baru terputus dari aliran listrik.

Apa Itu Topan Gabrielle?

Topan Gabrielle adalah nama badai tropis yang telah digunakan oleh 9 negara di dunia yang tersebar baik di Samudera Atlantik, di Samudera Hindia, maupun di wilayah Australia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari skynews, Topan Gabrielle menghempaskan angin hingga 96 mph (155 kmph) dan curah hujan hingga 400 mm di seluruh Selandia Baru.

Baca juga: Gempa Cianjur Bermagnitudo 5,6 Telan 268 Jiwa, Apa Itu Magnitudo dan Bedanya dengan Skala Richter?

Melansir stuff.co.nz, Topan Gabrielle termasuk kategori 3 "parah".

Tingkat keparahan siklon tropis dijelaskan dalam kategori mulai dari 1 (terlemah) hingga 5 (terkuat), kata ahli meteorologi MetService, Alan Baillie.

Agar siklon terdaftar sebagai kategori 5, kecepatan angin harus lebih dari 200kpj dan akan “sangat berbahaya” dengan kerusakan yang meluas.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Typhoon RAF, Jet Tempur Lincah Inggris yang Diinginkan Ukraina untuk Lawan Rusia

Topan kategori 3 berarti kekuatan angin setidaknya 118kph, kata Baillie, dan "sangat merusak" dengan kemungkinan kerusakan atap dan struktural pada bangunan.

Hujan deras juga diperkirakan terjadi, yang dapat mengakibatkan banjir yang merusak.

Kemungkinan juga akan terjadi pemadaman listrik yang meluas karena pohon tumbang yang bisa berlangsung beberapa hari.

Baca juga: Mengenal Apa Itu F-35, Jet Tempur Canggih AS yang Ogah Dikirim Inggris ke Ukraina untuk Lawan Rusia

Badai Gabrielle di Selandia Baru

Dilansir TribunGorontalo.com dari BBC pada Senin (13/2/2023), sekitar 46.000 rumah kehilangan aliran listrik saat Topan Gabrielle menerjang bagian utara Selandia Baru.

Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan hujan lebat dan angin kencang, dan ratusan penerbangan telah dibatalkan.

Beberapa daerah telah menyatakan keadaan darurat, saat Gabrielle mendekati Pulau Utara.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Childfree, Istilah Tak Punya Anak yang Bikin YouTuber Gitasav Dihujat Warganet

Itu terjadi beberapa minggu setelah Auckland, kota terbesar di Pulau Utara, Selandia Baru dan sekitarnya dilanda rekor curah hujan yang memicu banjir dan menewaskan 4 orang.

"Peristiwa cuaca ekstrem terjadi setelah peristiwa cuaca ekstrem," kata Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins, yang mengumumkan paket bantuan 11,5 juta dolar New Zealand.

"Hal-hal cenderung menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik." imbuhnya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu BeliUMKM, Situs Web Belanja Daring Khusus Produk Lokal Buatan Pengusaha Gorontalo

Menteri Manajemen Darurat Kieran McAnulty pada hari Senin, mengatakan bahwa pemerintah Selandia Baru sedang mempertimbangkan untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional hanya untuk ketiga kalinya dalam sejarah negara itu.

Keadaan darurat telah diumumkan di lima wilayah utara Selandia Baru termasuk Auckland.

Deklarasi tersebut memberi otoritas lokal kekuatan yang lebih besar untuk menanggapi situasi berbahaya dan memungkinkan mereka membatasi perjalanan serta memberikan bantuan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu HAWK, Sistem Pertahanan AS yang akan Dikirim Lagi ke Ukraina di tengah Perang Rusia

Badan Meteorologi Selandia Baru, Metservice, mengatakan Whangarei, sebuah kota di utara Auckland, telah menerima curah hujan 100,5 mm dalam 12 jam terakhir.

McAnulty menambahkan bahwa Senin akan menjadi "hari kritis" karena kombinasi angin kencang dan hujan lebat yang "sangat berbahaya".

Angin dengan kecepatan hingga 140 km/jam (87 mph) menerjang wilayah Northland.

Baca juga: Apa Itu Visum et Repertum, Bukti Kuat yang Tak Dimilki Putri Candrawathi di Kasus Pelecehan Seksual

Sementara Jembatan Pelabuhan Auckland diguncang oleh hembusan angin dengan kecepatan 110 km/jam.

McAnulty memperingatkan bahwa perlu waktu berhari-hari untuk memulihkan jaringan listrik karena cuaca buruk membuatnya "tidak aman" untuk bekerja di jaringan.

Pejabat cuaca sebelumnya menurunkan intensitas Gabrielle.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Ontslag van Rechtsvervolging, Putusan yang Diminta Bharada E di Kasus Ferdy Sambo

Tetapi Metservice dalam pembaruan terbarunya pada Senin, mengatakan bahwa Badai Gabrielle masih akan membawa "hujan lebat yang signifikan dan angin yang berpotensi merusak".

Meskipun topan belum mencapai daratan, topan telah menumbangkan pohon, merusak jalan, dan memutus kabel listrik.

Banyak sekolah dan fasilitas pemerintah lokal di Auckland dan Pulau Utara ditutup dan orang-orang diminta untuk tidak bepergian jika memungkinkan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu ATACMS, Sistem Rudal AS yang Diinginkan Ukraina untuk Lawan Rusia tapi Ditolak

Sementara sekitar 10.000 pelanggan internasional Air New Zealand terganggu oleh pembatalan 509 penerbangan.

Layanan normal diperkirakan akan dilanjutkan pada besok Selasa (14/2/2023), dengan maskapai nasional menambahkan 11 penerbangan domestik ekstra ke jadwalnya untuk membantu upaya pemulihan.

Topan ini merupakan peristiwa cuaca signifikan kedua yang melanda Auckland dan Pulau Utara Selandia Barus hanya dalam beberapa minggu.

Pihak berwenang Selandia Baru mengatakan dua peristiwa besar itu telah memperluas sistem tanggap darurat dan pemulihan.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved