Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Pilpres 2024

366 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Massa Antusias Salami Anies Baswedan di Lombok

Luar biasa! Massa antusias menyalami capres Partai Nasdem Anies Baswedan saat berkunjung ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto 366 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Massa Antusias Salami Anies Baswedan di Lombok
TribunGorontalo.com/tangkapan layar video @aniesbaswedan
Massa antusias menyalami capres Partai Nasdem Anies Baswedan saat berkunjung ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Kita tidak tahu tahu karena kita bukan tim sukses. Kita relawan saat itu," ujar Erwin Aksa ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (12/2/2023) malam.

Seperti diketahui, surat perjanjian itu terdiri dari tujuh poin. Pada poin kelima nama Erwin Aksa dan ayahnya Aksa Mahmud tertera, disebutkan bahwa:
"Bapak Sandiaga S. Uno mengetahui bahwa baik Dana Pinjaman I, Dana Pinjaman II maupun Dana Pinjaman III ini bukanlah untuk kepentingan pribadi Saya namun diperlukan sebagai dana Kampanye Pilkada DKI 2017 karena dana yang dijanjikan oleh Bapak Aksa Mahmud/Erwin Aksa ("Pihak Penjamin"), berdasarkan kesepakatan antara Bapak Aksa Mahmud dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra yang mana Saya tidak menghadiri pertemuan/kesepakatan tersebut, sampai saat ini belum juga tersedia".

Erwin Aksa mengatakan tidak pernah melihat perjanjian yang dimaksud.
Dia juga heran mengapa namanya dicatat sebagai penjamin dalam surat yang beredar itu.

Apalagi pada poin keempat dalam surat itu disebutkan Anies Baswedan mengakui total meminjam dana sebesar Rp 92 miliar pada putaran pertama Pilkada DKI 2017.

"Perjanjian Rp 92 miliar itu saya tidak tahu dan saya baru tahu itu," kata Erwin Aksa.

Seperti diketahui dalam surat perjanjian itu, Anies mengakui tiga kali mengutang dari Sandiaga Uno yakni pinjaman pertama Rp 20 miliar, pinjaman kedua Rp 30 miliar, dan pinjaman ketiga Rp 42 miliar.

Sehingga pada poin ketiga, Anies mengakui total jumlah dana pinjaman sebesar Rp 92 miliar.

Erwin Aksa kaget ada utang Rp 92 miliar itu.

Sebab Erwin Aksa mengatakan dirinya hanya mengetahui soal utang bulat-bulat sebesar Rp 50 miliar dari Sandiaga Uno kepada Sandiaga Uno.

"Saya kaget ada (utang) Rp 92 miliar lagi. Saya tidak tahu apakah Pak Sandi mengikhlaskan itu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erwin Aksa menyinggung perlunya seorang pemimpin atau calon pemimpin untuk memegang prinsip kejujuran.

Tanggapan Terbaru Sandiaga Uno
Sementara itu, Sandiaga Uno kembali berkomentar soal utang piutang dengan Anies Baswedan yang ditengarai untuk keperluan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu.

Sandiaga yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ini enggan membahas panjang lebar soal itu lagi.

Ia mengatakan tidak ingin memperpanjang pembahasannya dan tak mau berpolemik dengan siapapun.
Menurutnya, hal itu berpotensi melahirkan konflik, sementara ia menginginkan Pemilu 2024 mendatang berjalan dengan baik.

"Sekali lagi saya sampaikan saya sudah memutuskan tidak ingin memperpanjang diskursus mengenai yang selama ini viral, karena itu berpotensi memecah belah kita," ucap Sandiaga Uno saat ditemui di Kampus Politeknik Pariwisata Makassar, Makassar, Sabtu (11/2/2023) seperti dikutip dari Tribun Timur.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved