Gempa Turki

Sepekan Pasca Gempa Bumi Turki dan Suriah, Korban Melonjak hingga 28 Ribu

Getaran hebat gempa Turki dan Suriah itu mencapai 7,8 Skala Ritcher (SR). Menyebabkan gedung-gedung roboh dan menimpa warganya. 

REUTERS/Mahmoud Hassano
Pemandangan menunjukkan bangunan yang rusak dan runtuh setelah gempa bumi, di kota Jandaris yang dikuasai pemberontak, Suriah, 11 Februari 2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Tim penyelamat terus berusaha menyelamatkan warga dari reruntuhan gedung akibat gempa Turki dan Suriah.

Getaran hebat gempa Turki dan Suriah itu mencapai 7,8 Skala Ritcher (SR). Menyebabkan gedung-gedung roboh dan menimpa warganya. 

Kini, sepekan pasca gempa Turki dan Suriah, tim penyelamat melaporkan koran tewas melonjak hingga 28 ribu. 

Kendati, sehari sebelumnya, warga tewas yang dilaporkan berkisar Rp 24 ribu. 

Presiden Turki Tayyip Erdogan merespon pertanyaan soal penanganan korban gempa Turki dan Suriah. 

Tentu ini tidak mudah untuk Erdogan, apalagi ini gempa bumi terdahsyat sejak 1939. 

Baca juga: Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Gempa Turki dan Suriah, Warga Tewas Kini Capai 24 Ribu

Erdogan berjanji untuk mulai membangun kembali ratusan ribu bangunan hancur.

Di Suriah, bencana paling parah terjadi di barat laut yang dikuasai pemberontak.

Ini menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal untuk kedua kalinya, setelah mereka mengungsi akibat perang saudara selama satu dekade.

Otoritas Turki mengatakan sekitar 80.000 orang berada di rumah sakit, dengan lebih dari 1 juta di tempat penampungan sementara.

Dengan infrastruktur dasar yang hancur, para penyintas takut akan penyakit.

Baca juga: Korban Jiwa Gempa Turki dan Suriah Capai 20 Ribu Jiwa, WHO Beri Peringatan Bencana Kemanusiaan Kedua

“Jika orang tidak mati di sini di bawah reruntuhan, mereka akan mati karena luka-luka. Jika tidak, mereka akan mati karena infeksi,” kata tim penyelamat.

“Tidak ada toilet di sini. Ini masalah besar.” katanya lagi.

Kepala bantuan PBB Martin Griffiths menggambarkan gempa tersebut sebagai peristiwa terburuk di kawasan itu dalam 100 tahun, memperkirakan jumlah korban tewas setidaknya akan berlipat ganda.

Gempa melanda saat Erdogan menghadapi pemilihan nasional yang dijadwalkan pada bulan Juni. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved