Gorontalo Bereaksi Atas Pembakaran Al Quran di Swedia, Ramai-ramai Mengecam Pelaku
Komunitas umat muslim Gorontalo dalam Aliansi Bela Alquran, turun ke jalan, mengecam aksi pembakaran Al Quran di Swedia.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1122023_aliansi-bela-alquran_muslilm-Gorontalo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Umat muslim Gorontalo bereaksi atas pembakaran Al Quran di Swedia.
Komunitas umat muslim Gorontalo dalam Aliansi Bela Alquran, turun ke jalan, mengecam aksi pembakaran Al Quran di Swedia.
Ada puluhan umat muslim Gorontalo yang turun pada Jumat sore (10/2/2023) di simpang lima Telaga, Kota Gorontalo.
Berbagai poster serta spanduk dibawa dan dibentangkan di sekitar area massa yang melakukan aksi.
Berbagi tulisan kecaman ditujukan kepada pelaku, politikus ekstrimis sayap kanan Swedia Denmark, Rasmus Paludan.
Reza Saad korlap massa aksi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk pengecaman atas aksi bakar Alquran di negara Swedia.
“Aksi hari ini adalah aksi pengecaman terkait pembakaran Al Quran yang dilakukan politisi Swedia di mana tepat pada tanggal 27 januari 2023 di bakar oleh Rasmus Paludan,” ujar Korlap Aksi.
Pihaknya meminta pemerintah Swedia menindak tegas pelaku pembakaran Alquran.
Meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri berdiplomasi dengan pemerintah Swedia.
Rasmus Paludan adalah politikus sayap kanan Swedia - Denmark.
Pembakaran Alquran ia lakukan tidak cuma sekali. Tercatat ia membakar Alquran pada 21 dan 27 Januari 2023.
Paludan bahkan berjanji membakar kitab suci umat muslim Jumat.
Aksi Paludan ini juga sebetulnya dikecam oleh Abdurrahman Abubakar, Ketua MUI Gorontalo.
Bahmid ini menuliskan protes di akun Instagram pribadinya, Kamis (26/1/2023).
“Pembakaran Quran oleh politikus Swedia adalah tindakan kekerasan secara simbolis yang tidak dapat diterima,” tulis Ustad Bahmid di akun instagramnya.