Perayaan Harla Ke-15 Gerindra di Kabupaten Gorontalo Diisi dengan Diskusi Kebangsaan
DPC Gerindra Kabupaten Gorontalo merayakan harla ke-15 dengan berbagai kegiatan, satu di antaranya diskusi kebangsaan.
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/722023_Tomy-Ishak.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Perayaan hari lahir (harla) ke-15 Gerindra juga dilakukan di Kabupaten Gorontalo.
DPC Gerindra Kabupaten Gorontalo merayakan harla ke-15 dengan berbagai kegiatan, satu di antaranya diskusi kebangsaan.
Kata Tomy Ishak Ketua DPC Gerindra Kabupaten Gorontalo, kegiatan lainnya yang digelar adalah temu kader serta mengirim doa untuk pejuang partai yang telah wafat.
Temu kader itu diikuti oleh 19 pengurus anak cabang (PAC) dan apel kader yang diikuti oleh 205 anak ranting se-kabupaten Gorontalo.
Pertemuan seluruh ranting itu akan dirangkaikan dengan Pendidikan dan penguatan politik.
Baca juga: Warga Gorontalo Hati-hati Kena Tilang Operasi Otanaha 2023, 287 Polisi Bersiaga di Jalanan
Selain kegiatan secara formal partai, akan dilaksanakan pula kegiatan tambahan berupa lomba catur dan aksi donor darah.
“inilah rangkaian kegiatan gerindra untuk memperingati 15 tahun Gerindra.” tuturnya
Kata Tomy, pertemuan seluruh kader hingga tingkatan ranting, sesuai instruksi DPP Gerindra.
Baca juga: Kronologi Polisi Gorontalo Ditipu Oknum Kampus Universitas Gorontalo, Diperas hingga Rp 48 Juta
“Khusus Gerindra Kabupaten Gorontalo sejauh ini terus melakukan konsolidasi hingga ke tingkat ranting dan TPS guna penguatan struktur, sembari menunggu jumlah TPS yang akan ditetapkan oleh KPU.” tuturnya.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) adalah sebuah partai politik di Indonesia.
Dibentuk pada tahun 2008, Gerindra berfungsi sebagai kendaraan politik mantan jenderal Prabowo Subianto.
Saat ini Gerindra adalah partai kedua terbesar di Indonesia berdasarkan hasil perolehan suara Pemilihan Umum Legislatif 2019, dan partai terbesar ketiga di DPR dengan 78 kursi.
Pada kurun waktu 2008 hingga 2019, Gerindra memposisikan diri sebagai partai oposisi.
Pada 2019, Gerindra bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo, meskipun Prabowo mencalonkan diri melawan Joko Widodo dalam pemilihan presiden Indonesia 2014 dan 2019. (*)