Antusiasme Mahasiswa dan Pegiat Lingkungan dalam Sensus Burung Air Asia di Danau Limboto Gorontalo
Sensus burung air Asia ini dilakukan oleh Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA). Tidak sendiri
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/burung-air-Asia-di-Danau-Limboto-Gorontalo-Sabtu-422023.jpg)
Setelah itu penghitungan burung dipindahkan ke Danau Limboto, di danau ini burung-burung air lebih beragam. Dominasi kuntul kecil dan blekok sawah masih terlihat, namun kemudian datang rombongan burung jenis dara laut yang jumlahnya sangat banyak, mencapai ratusan ekor.
“Saya kira sampah terapung di antara enceng gondok, ternyata burung yang sedang hinggap,” kata Indah.
Jenis burung lain yang didata adalah kecuit kerbau, kutilang, cangak merah, bambangan hitam, bambangan kuning, bambangan coklat, mandar kelam, mandar batu, dan jenis burung air lainnya.
Usai penghitungan jenis burung, peserta sensus burung air Asia kembali ke Sunset Guesthouse untuk mempresentasikan pengamatannya.
Masing-masing kelompok memaparkan hasilnya, semua anggota kelompok bisa mengungkapkan pengalaman menariknya saat mengamati burung.
“Ternyata melihat burung di alam dengan teropong lebih mengasyikkan, lebih memukau,” ujar M Ridho Ferdianto Thalib. (*)