Pilpres 2024
375 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Puan Maharani Pamer 'Makan Tekwan' di London
Capres PDIP masih teka-teki! Nama Puan Maharani paling dijagokan. Update Ketua DPR RI. Puan membagikan momen kebahagian 'makan tekwan'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/040223-puan1.jpg)
Selama menjabat sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku mendapat sejumlah kritikan dari masyarakat.
Di mana, dia dinilai tak bekerja maksimal selama menjadi orang nomor satu di Parlemen Senayan itu.
Puan Maharani pun angkat bicara soal kinerjanya yang dikritik oleh masyarakat. Menurutnya, DPR RI di era kepemimpinannya telah bekerja secara maksimal.
Apalagi, di masa kepemimpinannya, rapat-rapat DPR RI kerap digelar secara terbuka melalui virtual karena adanya pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan Puan Maharani saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Ruang Ketua DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2023).
"Saya dipercaya dan diberikan amanah sebagai Ketua DPR, saya kemudian berusaha untuk membangun DPR ini menjadi, DPR yang terbuka. Bisa menerima aspirasi rakyat. Tentu saja dengan cara waktu itu kan beberapa kemudian setelah saya dilantik sebagai Ketua DPR kan pandemi Covid. Jadi kita hanya bisa zoom," kata Puan Maharani.
"Di Zoom pun saya membuka DPR untuk bisa dilihat oleh publik. Jadi kalau dalam pembahasan-pembahasan itu saya minta publik bisa memberikan masukannya apa saja yang bisa diterima dan tidak bisa diterima. Dan tentu saja yang namanya masih ke rumah itu di mana-mana ada aturan yang nggak bisa masuk nyelonong aja," sambungnya.
Puan juga menjelaskan soal tanggungjawab dan kerja-kerjanya sebagai Ketua DPR RI. Karena, dia menilai masih banyak masyarakat yang belum paham dan mengerti soal kerja sebagai Ketua DPR RI.
Ketua DPP PDIP bidang Politik ini juga angkat bicara perihal aktivitasnya di media sosial kerap mendapat kritik dan cibiran miring.
Puan pun merasa, bahwa kritikan yang disampaikan masyarakat menjadi masukan dalam memperbaiki kinerja di DPR.
Dia hanya merasa 'jengkel' kepada heters yang kerap menyampaikan kritik pedas tanpa tau maksud dari kritikan tersebut.
(*)