Generasi Z Dinilai Sulit Kuasai Bahasa Gorontalo

Berdasarkan data BPS Gorontalo, generasi Z dinilai lemah dalam menguasai bahasa Gorontalo.

Penulis: Apris Nawu |
TribunGorontalo.com/Apris
Prasaja Arifyanto, Statistik Ahli Madya BPS Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis data penggunaan bahasa daerah lebih rendah daripada bahasa Indonesia, yakni di bawah 50 persen.

Berdasarkan data BPS Gorontalo, generasi Z dinilai sulit dalam menguasai bahasa Gorontalo.

"Hasil Long from Sensus Penduduk 2020 Provinsi Gorontalo ternyata untuk generasi milenial, generasi Z secara umum penguasaan bahasa daerah sangat rendah," ucap Prasaja Arifyanto, Statistik Ahli Madya BPS Gorontalo di ruangan Vidcon BPS Provinsi Gorontalo, Senin (30/1/2022).

Generasi Z atau dikenal Gen-Z merupakan generasi yang lahir di tahun 1996 hingga 2012, atau saat ini telah berusia 10-26 tahun.

Sebelumnya, para petugas BPS Gorontalo sudah memberikan pertanyaan kepada 33.100 responden tentang pengunaan penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

BPS menemukan, bahasa daerah lebih banyak digunakan di lingkungan keluarga, tetangga ataupun kerabat.

Penggunaan bahasa daerah di kalangan keluarga di bawah 35,85 persen, sementara tetangga/kerabat berkisar 39,09 persen.

Baca juga: Mahasiswa S2 Asal Gorontalo Rancang Game Pengenalan Kosakata Bahasa Gorontalo

Adapun kemampuan masyarakat Gorontalo dalam berbahasa indonesia di Provinsi Gorontalo lebih tinggi, yakni 99,71 persen. 

Persentase penduduk dengan kemampuan berbahasa Indonesia adalah Post Gen-Z: 99,79 persen, Generasi Z: 99, 89 persen, Milenial : 99,89 persen, Generasi X : 99,75 persen, Baby Boomer: 98,99 persen, Pre- Boomer 96,10 persen.

Selanjutnya, persentasi pengunaan bahasa daerah di keluarga, yaitu Post Gen-Z: 5,08 persen, Generasi Z: 17,4 persen, Milenial: 38, 25 persen, Generasi X: 58,36 persen, Baby Boomer: 71,7 persen, serta Pre Boomer: 77,02 persen.

Kemudian, persentase penggunaan bahasa daerah di tetanga/kerabat, diantaranya Post Gen-Z: 4,34 persen, Generasi Z: 16,13 persen, Milenial : 44, 33 persen, Generasi X: 66,52 persen, Baby Boomer:76,2 persen dan Pre Boomer: 77,53 persen. 

Bahasa Gorontalo terancam punah

Menurut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Armiati Rasyid, Bahasa Gorontalo terancam punah karena beberapa alasan.

Pertama,  jika bahasa daerah Gorontalo sudah tidak digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kemudian, bahasa Gorontalo tidak diwariskan ke generasi berikutnya.

"Kantor Bahasa telah berupaya optimal dalam melaksanakan perlindungan, pengembangan, serta pembinaan bahasa dan sastra daerah," ujar Armiati kepada TribunGorontalo.com, Selasa (27/12/2022). 

Baca juga: Patut Ditiru! Setiap Kamis Pegawai Kemenag Gorontalo Komunikasi Pakai Bahasa Gorontalo

Pihaknya disebut telah berupaya agar masyarakat di Gorontalo tetap membudayakan bahasa daerah.

Armiati menambahkan, orang tua dalam keluarga wajib mewariskan bahasa Gorontalo kepada anak-anak di rumah, dan bahasa Gorontalo harus digunakan di rumah.

Bahasa bisa punah, kata dia, karena tidak ada perhatian untuk melestarikan bahasa daerah dari setiap orang di sekitarnya. (*)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved