Mahasiswa S2 Asal Gorontalo Rancang Game Pengenalan Kosakata Bahasa Gorontalo
Inovasi atas penyelamatan bahasa Gorontalo ini bahkan ia ajukan sebagai syarat mendapatkan gelar Magister Desain di ITB. Hasilnya, tesisnya tentang ga
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Gorontalo merancang game edukasi pengenalan kosa kata bahasa Gorontalo.
Inovasi atas penyelamatan bahasa Gorontalo ini bahkan ia ajukan sebagai syarat mendapatkan gelar Magister Desain di ITB. Hasilnya, tesisnya tentang game edukasi ini berhasil ia pertahankan pada sidang akhir.
Mahasiswa ini bernama Syarifah Fatimah Setiasih Niode atau kawan-kawanya biasa memanggil Ifa, ada pula yang memanggil Tia.
Tidak sembarangan, Ifa ini rupanya merupakan alumni SD Lab Universitas Negeri Gorontalo (UNG), alumni MTS Negeri Kota Gorontalo, alumni SMAN 3 Gorontalo, serta alumni S1 DKV UNM.
Baca juga: Lansia Terseret Arus Sungai Dengilo-Gorontalo Ditemukan Meninggal oleh Tim SAR
Ifa berhasil mempertahankan tesisnya di depan para penguji pada Jumat 6 Januari 2023 lalu. Tesisnya berjudul Perancangan Game Edukasi Pengenalan Kosa Kata Bahasa Daerah Gorontalo Dengan Pendekatan Task Based Learning Untuk Anak Gorontalo Berusia 7-9 Tahun.
Ketua tim pembimbing tesis ini adalah Banung Grahita, S.Ds., M.Ds., Ph.D. Tidak heran, tesis ini sukses menetaskan novelty berupa rancangan game yang akan membantu penyelamatan pembelajaran bahasa daerah Gorontalo pada anak-anak usia 7-9 tahun di Gorontalo.
Syarifah Fatimah Setiasih Niode mengaku, tesis itu ia susun dari keprihatinannya terhadap ancaman kepunahan bahasa Gorontalo.
“Ancaman ini juga menjadi ancaman bagi kelestarian dan pengembangan kebudayaan dan peradaban Gorontalo,” katanya.
Karena itu, Syarifah mengambil segmentasi pembelajaran kosakata sebagai pondasi penguasaan bahasa.
Terlebih, jumlah penuturnya yang terus berkurang, padahal di kalangan anak-anak bahasa Gorontalo tetap diminati.
Baca juga: Gadis di Bawah Umur Disetubuhi Temannya, Orang Tua Lapor Polda Gorontalo
Atas dasar tersebut, masalah sumber daya penutur dan sarana pembelajaran di beri solusi dengan pendekatan belajar yang lebih akomodatif dan menyenangkan.
Syarifah lalu mengkonstruksi ide pembelajaran dengan pendekatan task based learning.
Anak-anak Gorontalo yang memiliki atau meminjam handphone dari ortu nya rata rata menghabiskan waktu 3-5 jam per hari untuk bermain game.
Tesis Syarifah Fatimah Setiasih Niode pun disambut baik oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Armiyati Rasyid.
Katanya, masyarakat Gorontalo menantikan karya ilmiah yang luar biasa semacam itu. Ia berencana akan mengimplementasikan produk karya itu pada reksa bahasa duta bahasa Provinsi Gorontalo.
“Diharapkan insha Allah karya ini bisa ditawarkan kepada pemerintah daerah untuk kepentingan pelestarian bahasa daerah Gorontalo.” katanya.
Meski selesai dalam waktu yang tak cukup dua tahun, produk dan novelty Syarifah dalam tesis ini bukan terbilang mudah.
Karena itu dia mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah berpartisipasi mendukung riset dan sukses tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/912023_Syarifah-Fatimah-Setiasih-Niode.jpg)