Tengok Harga Lato-lato di Pasaran, Berapa di Daerahmu?
Harga Lato-Lato Se-Nusantara, Sabang & Padang Rp12 Ribu, Solo Rp3.500, Makassar Rp5.000, Merauke Rp25 Ribu.
Selisih harga Lato-Lato' di kota berpenduduk 2,1 juta ini hanya selisih Rp500 hingga seribu rupiah dengan di Pulau Jawa.
Bahkan di Kelurahan Jagong, Pangkajene, ibukota kabupaten berjarak 56 km utara, Makassar, pedagang di pasar tradisional hanya mengambil untung Rp 500 per Lato-lato dari pedagang besar di Makassar. Mereka menjual rerata Rp5000 untuk ukuran kecil, sedang Rp7 ribu.
Disparitas harga jomplang mulai terasa di Sorong (Papua Barat Daya), dan Jayapura (Papua).
"Habis tahun baru beli Rp20 ribu, minggu lalu sudah turun jadi 10 ribu, " kata Calvin, ayah dari Giofani Mandosir (11 tahun).
Giofani adalah murid kelas 5, SD Negeri 3 Jayapura. Di pelataran jalan depan sekolahnya, pedagang bersepeda dari Pulau Jawa, berani menjual Rp 10 ribu untuk Lato-Lato ukuran kecil.
"Kalau beli di toko Waena, atau sekolah bisa bayar Rp15 ribu," kata Giona Kabiai, murid kelas 2, SD YPK Sion Padang Bulang, Abepura, Kota Jayapura.
Di Merauke, bakal ibu kota provinsi baru, Papua Selatan, lato-lato ukuran kecil Rp20 ribu.
"Saya beli kemarin di toko pasar, 20 ribu," kata Rizki, bocah SMP di kawasan Jl S Padem, Kelurahan Muli, Distrik Merauke, Kota Merauke, Minggu (29/1/2023), kepada wartawan TribunPapua.com, Sjarif Jilmar di Merauke.
Harga mencolok terjual di pedalaman Papua, Yahukimo peguningan Jayawijaya.
Di kawasan ini, harga Lato-Lato, di distrik pedalaman radius 30 hingga 50 km dari Wemena, bisa capai Rp50 ribu.
"Kalo di Wemena bisa 35 sampe 40 ribu, kan lato-lato naik pesawat ke sini Kaka," kata Amin Momiage, warga Yahukimo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2912023_Pangket_lato-lato.jpg)