Arti Kata

Pengacara Kuat Maruf Sebut Kesaksian Bharada E Bersifat Testimonium de Auditu, Apa Itu?

Dalam nota pembelaan atau pledoinya, penasihat hukum Kuat Maruf sebut kesaksian Bharada E bersifat testimonium de auditu sehingga tolak jadi bukti sah

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KOMPASTV
Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) dituntut 12 tahun penjara oleh JPU dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2023). Terbaru dikabarkan bahwa penasihat hukum Kuat Maruf menilai kesaksian Bharada E bersifat testimonium de auditu. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Penasihat hukum Kuat Maruf menilai kesaksian Richard Eliezer (Bharada E) dalam sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), bersifat testimonium de auditu.

Apa Itu Testimonium de Auditu?

Dilansir TribunGorontalo.com dari uma.ac.id, testimonium de auditu adalah kesaksian tentang hal yang didengar dari orang lain atau keterangan saksi yang disampaikan di muka sidang pengadilan, yang merupakan hasil pemikiran saja atau hasil rekaan yang diperoleh dari orang lain dan bukan pengalaman sendiri.

Sedangkan saksi yang diatur dalam Pasal 1 angka 26 KUHAP ialah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang
ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pledoi, Hak yang akan Digunakan Putri Candrawathi atas Tuntutan 8 Tahun Penjara

Keterangan saksi termasuk dalam 5 alat bukti yang sah sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 184 KUHAP.

Alat bukti yang sah selain keterang saksi antara lain, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Testimonium De Auditu dalam Praktik Peradilan

Dilansir TribunGorontalo.com dari hukumonline, Yahya Harahap menerangkan penerapan saksi testimonium de auditu dalam praktik peradilan ialah sebagai berikut:

- Secara umum ditolak sebagai alat bukti

Pada prinsipnya testimonium de auditu tidak dapat diterima sebagai alat bukti.

Pada umumnya, sikap praktisi hukum secara otomatis menolaknya tanpa analisis dan pertimbangan yang argumentatif.

Sebagai contoh, Putusan MA No. 881 K/Pdt/1983 yang menegaskan saksi-saksi yang diajukan penggugat semuanya terdiri dari de auditu, sehingga kesaksian mereka tidak sah sebagai alat bukti.

Baca juga: Mengenal Apa Itu A de Charge, Saksi Kubu Bripka RR yang Ditolak JPU di Sidang Kasus Brigadir J

- Dikonstruksi sebagai persangkaan

Secara kasuistik hakim dapat mengonstruksi kesaksian de auditu menjadi alat bukti persangkaan, sejauh hal itu dipertimbangkan dengan objektif dan rasional.

Halaman
123

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved