Brigadir J

Curhat Lewat Pledoi, Putri Candrawathi Akui Tak Sanggup Jalani Kehidupan Imbas Kasus Ferdy Sambo

Dalam pledoi yang dibacakan di sidang kasus Brigadir J hari ini, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo akui sering merasa tidak sanggup jalani hidup.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture YouTube KOMPASTV
Terdakwa Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo membacakan pledoi atau nota pembelaan pribadinya dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo kembali menjalani sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (25/1/2023).

Dalam agenda sidang hari ini, Putri Candrawathi membacakan pledoi atau nota pembelaan pribadinya sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang juga menjerat Ferdy Sambo.

Pledoi pribadi Putri Candrawathi yang ditulis sendiri oleh istri Ferdy Sambo itu diberi judul 'Surat dari Balik Jeruji'.

"Nota pembelaan saya hari ini, saya tulis sendiri sebagai curahan kata hati saya," kata Putri Candrawathi di sidang PN Jakarta Selatan, Rabu, seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca juga: Merasa Frustasi, Begini Alasan Ferdy Sambo Ganti Judul Pledoi di Sidang Kasus Brigadir J

"Nota pembelaan saya hari ini, saya beri judul 'Surat dari Balik Jeruji, jika Tuhan Mengizinkan, Saya Ingin Kembali Memeluk Putra Putri Kami'," lanjutnya.

Dalam pledoi pribadinya itu, Putri Candrawathi mengungkapkan curahan hatinya yang merasa tersakiti atas kasus ini.

Pasalnya, Putri Candrawathi kembali menyinggung dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap dirinya di rumah singgah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pledoi, Hak yang akan Digunakan Putri Candrawathi atas Tuntutan 8 Tahun Penjara

"Coretan pena di lembaran kertas putih ini berulang kali saya rasakan seperti irisan luka yang disobek paksa kembali dan seperti pisau yang disayatkan lagi pada perih luka yang belum pernah sembuh hingga saat ini berkali-kali yaitu ketika saya harus menjelaskan apa yang terjadi pada sore hari di rumah kami di Magelang, 7 Juli 2022 lalu," ungkap Putri Candrawathi.

"Saya mengalami kekerasan seksual dan dianiaya oleh orang yang selalu kami percayakan dengan sangat baik yang kami anggap keluarga," sambungnya.

Putri Candrawathi juga merasa menderita dengan cemoohan dan ancaman hukuman yang dihadapinya imbas kasus ini, hingga merasa tidak sanggup menjalani kehidupannya lagi.

Baca juga: Yakin Pledoi Ferdy Sambo Tak Akan Ringankan Tuntutan Hukuman, Pengacara Brigadir J: Peluangnya Tipis

Untuk diketahui, pledoi pribadi Putri Candrawathi ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut istri Ferdy Sambo itu dengan pidana penjara selama 8 tahun atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Sering kali saya tidak sanggup menjalani kehidupan ini lagi namun saya bersyukur, ingatan tentang pelukan, senyuman, bahkan air mata suami dan anak-anak, menolong saya ketika dunia seolah tak lagi menyisakan sedikit pun harapan akan keadilan," beber Putri Candrawathi.

"Begitu juga bayangan tentang apa yang diajarkan almarhum ayah saya puluhan tahun lalu untuk tetap tegar menjalani kehidupan." imbuhnya.

Adapun dalam pledoi pribadinya, Putri Candrawathi juga menjelaskan kisah hidupnya hingga perjalanan rumah tangganya bersama sang suami, Ferdy Sambo.

Baca juga: Pledoi Kuat Maruf: Pakai Dalih Kecerdasan di Bawah Rata-rata Tak Mungkin Pahami Rencana Ferdy Sambo

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved