Hari Patriotik Gorontalo

Keluarga Besar Ikatan Alumni SMK 3 Ikut Rayakan Hari Patriotik Gorontalo 2023 

Ziarah dilakukan dengan membacakan doa dan tabur bunga di makam Nani Wartabone di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. 

ist
Anggota IKA SMK 3 Gorontalo. 

Jika dirunut, Hari Patriotik Gorontalo adalah puncak perjuangan masyarakat untuk lepas dari penjajahan Belanda. 

Gerakan Nani Wartabone dan sejumlah pejuang lainnya dipantik oleh kemarahan terhadap rencana Belanda. Bangsa yang sudah menjajah Indonesia berpuluh-puluh tahun itu berencana membumihanguskan Gorontalo. 

Belanda yang sudah mencium kekalahan berencana menghilangkan aset-aset hasil jajahannya di Gorontalo. 

Beruntung, sebelum rencana itu dilancarkan, Saripa Rahman Hala, seorang penyidik di Pemerintahan Belanda membocorkan informasi kepada para pejuang Gorontalo. 

Dari Saripa, informasi diketahui Kaharu dan Ahmad Hippy, lalu sampai ke telinga Kusno Danupoyo, hingga akhirnya terdengar juga oleh Nani Wartabone.

Sebagai masyarakat Gorontalo yang sudah lama menyaksikan kekejaman Belanda ini, lantas bergerak untuk berjuang. Ia mengumpulkan rekan-rekannya dan menyusun strategi mengakhiri kekuasaan Belanda di Gorontalo. 

Basri Amin dalam tulisannya menyebut, bahwa Nani Wartabone membentuk kumpulan tokoh pejuang bernama “Komite 12”. Pertemuan itu dilakukan di sebuah kediaman Kusno Danupoyo di Ipilo yang posisinya berada persis di depan Gedung Nasional saat ini. 

Komite 12 dibentuk sebagai gerakan solid melawan kondisi Gorontalo saat itu. 

“Ketika itu, situasi kota Gorontalo di malam hari mencekam. Karena Pemerintah Hindia Belanda sudah membentuk Vernielings Corps (VC), yaitu bagian kepolisian yang akan membumi hanguskan kota Gorontalo,” tulis Basri Amin dikutip Senin (23/1/2023).  

Saat itu menurut Basri, pasukan Belanda panik akan kedatangan Jepang yang sudah menguasai sejumlah titik di Sulawesi. 

Saat itu pada Desember 1941, Perang Asia Timur Raya (Daitoa Senso) yang dikobarkan Jepang dengan secara tiba–tiba menyerang Pearl Harbour di Kepulauan Hawai.

Dampaknya hingga menghancurkan pasukan dan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Tak lama setelah itu, menyerang kilang minyak di Balikpapan pada 6 Januari 1942.

Inilah yang membuat Belanda ketar-ketir hingga ingin meratakan aset-aset yang mereka kuasai di Gorontalo. Harapannya, tidak dikuasai Jepang untuk melawan Belanda. 

VC ini memang sudah sempat melancarkan aksinya. Berhasil menghanguskan satu gudang kopra di Pantai Leato atau saat ini masuk dalam Kampung Tenda. 

Lalu juga telah membakar satu kapal motor “Kololio” milik pengusaha Lasahido di pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved